Umat Muslim Tidak Memaksa Siapa Pun Untuk Masuk Islam

Syekh Ali Jumu'ah menegaskan bahwa umat Islam tidak pernah memaksa siapa pun untuk memeluk agama ini. Prinsip “la ikraha fi ad-din”, tidak ada paksaan dalam agama, bukan hanya ayat yang dihafal, tetapi realitas sejarah yang dapat dibuktikan.

Beliau mengutip penelitian Richard Bulliet yang mencatat bahwa seratus tahun setelah Islam masuk ke Mesir, jumlah penduduk muslim saat itu baru mencapai sekitar 5 persen. Sementara 95 persen sisanya tetap beragama Kristen atau penganut agama lain. Jika benar ada pemaksaan, maka angka ini mustahil terjadi.

Fakta tersebut menunjukkan betapa baiknya hubungan antara komunitas muslim dan Kristen di masa awal kehadiran Islam di Mesir. Tidak ada tekanan, tidak ada pemaksaan, tidak ada upaya menyingkirkan keyakinan lain. Masing-masing hidup berdampingan dalam harmoni.

Lalu apa yang membuat sebagian orang kini membayangkan seolah-olah umat Islam ingin menyerang umat Kristen? Apa yang menimbulkan rasa takut seakan-akan kedua pihak tidak dapat hidup berdampingan? Syekh Ali Jumu'ah menyebutnya sebagai fitnah, narasi sesat yang memecah belah.

Karena itu, beliau menyeru umat Islam untuk kembali kepada bentuk Islam yang sejati: agama yang menghormati akidah orang lain, hidup dalam kedamaian, dan menolak segala bentuk pemaksaan. Islam tumbuh karena kebenaran ajarannya, bukan karena tekanan.

VIDEO Syekh Ali Jumu'ah

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.