Wakilul-Azhar Kunjungi Beberapa Lembaga Penting di Indonesia
TAWAZUN.ID — Pada akhir Juni, Wakilul-Azhar Syekh Muhammad Abdurrahman Adh-Dhuwaini berkunjung ke Indonesia dalam rangka misi penting. Selain misi pendidikan, mempererat kerjasama di berbagai bidang antara Indonesia dan Al-Azhar juga menjadi prioritas utama tujuan dalam kunjungan tersebut. Ada beberapa lembaga penting yang menjadi tempat kunjungan, seperti PT BSI (Bank Syariah Indonesia), Wakil Presiden RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan beberapa universitas serta pondok pesantren selama berada di Indonesia.
Tepat pada 20 Juni 2024, Wakilul-Azhar mengunjungi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI). Kunjungan pertama tersebut bertempat di BSI Tower Jakarta dan disambut hangat direktur BSI beserta jajaran pengurus lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam laman resminya, kunjungan tersebut dalam rangka menguatkan kembali pentingnya setifikasi halal dan industri halal dalam konteks tantangan ekonomi dunia.
※ Menjawab Polemik Sertifikasi Halal Indonesia
Selanjutnya, pada tanggal 21 Juni, Wakilul-Azhar mengunjungi Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jl. Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat. Pertemuan penting tersebut dilakukan dalam rangka mempererat hubungan antara Indonesia dan Mesir, terutama di bidang pendidikan dan keagamaan. Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari diskusi mereka sebelumnya di Surabaya pada Februari lalu.
Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti meningkatkan kualitas lulusan al-Azhar, kebijakan proses seleksi Markaz Tathwir yang bekerjasama dengan Kementerian Agama Indonesia, hingga penerimaan Indonesia bagi mahasiswa Mesir yang hendak melanjutkan studi di Indonesia. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal Akademi Riset Islam Al-Azhar Mahmud Sedki Hassan Al-Hawwari, Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Usamah Hamdi, dan para petinggi lainnya.
Selain dua lembaga tersebut, Wakilul-Azhar juga berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Senin, 24 Juni 2024. Dari pihak MUI yang hadir menyambut yaitu Wakil Ketua Umum MUI KH. Marsyudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. Cholil Nafis, serta jajaran pimpinan MUI dan ormas Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Wakilul-Azhar menyampaikan tiga poin penting tentang pentingnya turats Islam sebagai warisan keilmuan Islam. Di mana turats Islam bukanlah penyebab kemunduran Islam, melainkan harta yang paling berharga dalam menjaga jati diri dan identitas umat Islam. Begitu juga tentang peran Al-Azhar dalam menjaga warisan tersebut. Terakhir, beliau menegaskan bahwa pemahaman yang baik pada turats Islam akan melahirkan pandangan yang moderat (Wasathi). Pemahaman moderat tersebutlah yang kemudian disesuaikan dengan perkembangan masa kini.
Selain ke tiga lembaga penting tersebut, Wakilul-Azhar mengisi seminar dan dialog di beberapa lembaga pendidikan seperti universitas dan pondok pesantren. Seperti kunjungannya ke Univesitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, kunjungannya ke Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, dan beberapa pondok pesantren lainnya.