Dalam salah satu pidatonya, Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengajak muslim Syiah dan seluruh ulama muslim lainnya untuk menggelar dialog dan duduk bersama. Hal ini demi tercapainya tujuan bersama sebagai umat Islam. Simak selengkapnya dalam video berikut:
Transkrip terjemahan pidato Syekh Ahmad Ath-Thayyib
"Seruan berikutnya, kepada ulama Islam di seluruh dunia dengan berbagai mazhab yang berbeda-beda, golongan-golongannya, serta berbagai madrasahnya, agar segera menyelenggarakan dialog-dialog keislamanyang bertujuan untuk mengikrarkan persatuan, kedekatan, dan saling mengenal.
Dialog ini demi persaudaraan antar agama dan kemanusiaan, membuang sebab-sebab perpecahan, fitnah, dan perselisihan antar kelompok, khususnya; serta memfokuskan pada poin-poin kesepakatan dan titik temuserta menegaskan prinsip emas yang mengatakan: Kita saling memaafkan satu sama lain dalam perkara yang kita perselisihkan.
Dan juga, (dialog demi) menghentikan wacana-wacana saling membenci, bahasa-bahasa provokasi dan mengkafirkan, juga (demi) mengatasi konflik-konflik bersejarah maupun terkini dalam berbagai problematikanya serta kegagalan-kegagalannya yang buruk.
Ajakan ini, ketika saya tujukan kepada saudara kita, Muslim Syi'ah, maka sesungguhnya saya —bersama para pembesar ulama Al-Azhar dan Majlis Hukama Al-Muslimin— juga siap sedia untuk menyelenggarakan acara seperti ini dengan hati dan tangan terbuka untuk duduk bersama di satu meja perjamuan, demi meninggalkan lembaran masa lalu dan memperkuat urusan keislaman dan persatuan sikap Islam yang bersifat realistis, memenuhi tujuan Islam dan syariatnya, membentengi umat Islam dari ajakan perpecahan dan perselisihan, mencegah agar tidak jatuh dalam perangkap yang merusak stabilitas negara, mengeksploitasi agama untuk membangkitkan fanatisme cinta tanah air maupun kelompok yang berlebihan, dan campur tangan urusan dalam negeri demi meraih kekuasaan serta merampas tanah airnya."
Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras bahasa: M Ali Arinal Haq