TAWAZUN.ID — Al-Azhar resmi menyetujui pendirian Institut Al-Azhar untuk Kaligrafi Arab dan Ornamen Islam sebagai bagian dari pengembangan pendidikan vokasi (ta’lim nau’i) di bawah Sektor Ma’had Al-Azhar. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Dewan Tertinggi Al-Azhar yang dipimpin langsung oleh Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib.
Pendirian institut ini merupakan bagian dari upaya Al-Azhar menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis di bidang kaligrafi Arab dan seni ornamen Islam. Melalui lembaga tersebut, Al-Azhar berharap dapat menghidupkan kembali salah satu warisan seni Islam yang paling berharga, menjaga khazanah peradaban umat, serta menanamkan apresiasi terhadap nilai-nilai estetika Islam kepada generasi muda.
Berdasarkan keputusan tersebut, masa studi reguler di institut berlangsung selama 3 tahun. Lulusan akan memperoleh ijazah pendidikan teknik tingkat menengah di bidang kaligrafi Arab dan ornamen Islam. Sementara itu, pelajar yang berprestasi diberi kesempatan melanjutkan pendidikan selama 2 tahun tambahan untuk memperoleh sertifikat spesialisasi yang setara dengan pendidikan diploma tingkat lanjut.
Institut ini menerima lulusan jenjang i’dadiyah Al-Azhar (SMP) atau yang sederajat. Proses penerimaan dilakukan melalui seleksi berupa ujian tertulis, ujian lisan, serta wawancara.
Persiapan Kurikulum dan Tenaga Pengajar
Kepala Sektor Ma’had Al-Azhar Syekh Dr. Ahmad Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa Dewan Tertinggi Al-Azhar juga telah menyetujui pembahasan regulasi pelaksanaan institut tersebut. Saat ini, berbagai komite teknis tengah menyusun kurikulum pembelajaran sekaligus menetapkan standar pemilihan tenaga pengajar yang sesuai dengan kebutuhan institut.
Selain itu, Al-Azhar juga berencana membangun kemitraan dengan berbagai lembaga yang bergerak di bidang kaligrafi Arab dan pelestarian warisan Islam. Beragam lokakarya dan pelatihan praktis dalam berbagai cabang seni kaligrafi juga akan diselenggarakan untuk memperkuat kompetensi para mahasiswa.
Asy-Syarqawi menambahkan bahwa dalam waktu dekat Al-Azhar akan mengumumkan tahapan administratif dan jadwal resmi pembukaan institut tersebut. Tahap awal, institut akan dibuka di Provinsi Kairo, sebelum secara bertahap diperluas ke sejumlah provinsi lain di Mesir.
Melestarikan Identitas Peradaban Islam
Menurut Asy-Syarqawi, pendirian Institut Al-Azhar untuk Kaligrafi Arab dan Ornamen Islam mencerminkan komitmen Al-Azhar dalam menjaga identitas Arab dan Islam melalui pelestarian seni kaligrafi dan ornamen Islam sebagai bagian penting dari warisan budaya dan peradaban.
Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan di institut ini akan menggabungkan pembelajaran teori dan praktik dengan pendekatan pendidikan modern serta bimbingan dari para pakar di bidangnya. Lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga profesional yang tidak hanya menguasai seni kaligrafi, tetapi juga berperan dalam menyebarluaskan budaya kaligrafi Arab, mengikuti berbagai kompetisi dan pameran di tingkat nasional maupun internasional, serta berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan warisan seni Islam bagi generasi mendatang.