TAWAZUN.ID — Al-Azhar menyerukan dunia untuk bersatu dalam menghadapi rencana biadab Zionis untuk mengusir warga Palestina dari Rafah.
Al-Azhar Asy-Syarif mengutuk keras agresi terbaru Zionis-Israel pada 13 Februari 2024 lalu yang menargetkan masyarakat Rafah yang dipenuhi para pengungsi Gaza. Serangan tersebut telah membunuh lebih dari 100 orang di mana setengah darinya adalah anak-anak. Al-Azhar memperingatkan seluruh dunia akan bencana kemanusiaan terbesar ini yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebab bungkamnya dunia untuk mencegah rencana biadab Zionis yang berbahaya untuk menyerbu Rafah. Seperti diketahui, Rafah merupakan rumah bagi sekitar satu setengah juta pengungsi yang meninggalkan rumah dan tanah mereka dari utara, tengah, dan selatan Gaza untuk mencari tempat berlindung yang aman.
Al-Azhar menyerukan perlunya bersatu dalam menghadapi agresi kriminal Zionis terhadap Rafah, terutama setelah mereka tidak mau mendengarkan seruan dan kecaman dunia yang datang dari berbagai komunitas internasional. Al-Azhar menekankan bahwa kegagalan memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina yang tidak bersalah –hari ini dan bukan besok— akan menyebabkan kematian puluhan ribu orang tidak bersalah –dari wanita, orang tua, anak-anak dan remaja – yang berusaha menyelamatkan diri dari agresi Zionis dalam kejahatan genosida. Hal ini menambah catatan kejahatan genosida terkelam yang pernah dilakukan oleh Zionis selama lebih dari 75 tahun.
Para ulama Al-Azhar menyerukan kepada komunitas internasional dan segenap kekuatan massa internasional untuk memikul tanggung jawab di balik tragedi dan bencana ini di hadapan identitas kemanusiaan dan hati nurani mereka. Pembunuhan, pemusnahan, dan upaya menghalangi bantuan kemanusiaan dan bantuan yang memadai ke Jalur Gaza, dan menghilangkan seluruh aspek kehidupan di Jalur Gaza yang terisolasi.