TAWAZUN.ID — Pada Senin (10/10/2022) lalu, Al-Azhar merilis kecaman dan penolakan keras atas tindakan kelompok teroris dan ekstremis dari kelompok Zionis dalam penyobekan dan pembakaran mushaf Al-Quran di Kota Al-Khalil (Hebron), Palestina. Tragedi ini membuktikan kebiadaban, ektremisme, dan rasisme penuh kebencian yang dimiliki kelompok Zionis.
Al-Azhar pun menyayangkan hal ini terjadi di tengah diamnya dunia internasional dan tidak adanya kepedulian yang serius dalam menghadapi kehormatan bangsa dan tempat-tempat suci mereka.

Dalam pernyataan resminya, Al-Azhar juga menegaskan bahwa Al-Quran akan senantiasa luhur dan mulia. Kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat manusia untuk menjalankan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kesucian Al-Quran tidak akan tersentuh oleh tangan para pembenci dan para provokator yang telah mendorong bangkitnya fanatisme, kebencian, jiwa-jiwa sakit yang mempunyai catatan-catatan hitam terkait pembunuhan dan kekerasan. Juga oleh mereka yang tangannya berlumur darah rakyat Palestina yang tak berdosa.
Al-Azhar berkeyakinan kuat bahwa Allah SWT menjamin penjagaan Al-Quran. Kitab suci ini akan tetap abadi selama dunia ini masih ada. Sedangkan para musuh kemanusiaan dan peradaban akan binasa dan hancur.

Selain itu, Al-Azhar juga menekankan bahwa kejahatan-kejahatan Zionisme yang menumbuhkan kekerasan dan kebencian serta merusak perjanjian internasional ini seharusnya menguatkan kembali persatuan Arab dan umat Islam. Kekuatan yang solid diperlukan untuk menghadapi orang-orang yang bermain-main dengan kehormatan dan kesucian umat Islam. Karena sesungguhnya persatuan umat Islam mampu melawan balik aksi keji mereka. (irf)
