TAWAZUN.ID — Al-Azhar Asy-Syarif menegaskan bahwa rakyat Gaza yang teguh dalam perjuangan mereka tidak akan menerima pengusiran atau pengasingan dari tanah air mereka sebagai harga dari darah para syuhada.
Dalam pernyataan resminya, Al-Azhar menegaskan bahwa Palestina, termasuk Gaza, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dunia Arab, dan segala upaya untuk menghapus keberadaannya akan tercatat dalam sejarah sebagai aib bagi para agresor dan penindas.
Al-Azhar juga mengingatkan bahwa lebih dari dua miliar muslim di seluruh dunia berdiri bersama rakyat Palestina dan Gaza. Umat Islam di seluruh dunia tidak akan membiarkan rencana-rencana yang bertujuan untuk menghapus Palestina dan menggusur rakyatnya berjalan tanpa perlawanan.
Upaya Menghapus Gaza dan Palestina adalah Rencana Kosong yang Tidak Akan Berhasil
Al-Azhar mengecam keras wacana yang berupaya meniadakan hak rakyat Palestina atas tanah mereka, khususnya di Gaza, dengan menyebutnya sebagai tipuan politik yang tidak akan menipu siapa pun. Menurut Al-Azhar, orang-orang yang mengusulkan penghapusan Palestina adalah mereka yang buta sejarah, tidak memahami nilai tanah air, dan tidak memiliki rasa pengorbanan terhadap negeri.
Lebih lanjut, Al-Azhar menegaskan bahwa Gaza bukan sekadar wilayah yang diserang, tetapi simbol keteguhan yang dihormati oleh umat Islam dan masyarakat merdeka di Timur maupun Barat.
"Siapa pun yang berpikir bisa mengulangi kesalahan sejarah dengan menghapus identitas Gaza dan Palestina, sesungguhnya tidak belajar dari pengalaman politik di abad ke-20," tegas Al-Azhar.
Rakyat Gaza Tidak Akan Menyerah pada Pengusiran
Al-Azhar juga mengingatkan bahwa rakyat Gaza telah membuktikan ketahanan luar biasa mereka dalam menghadapi agresi, dan tidak akan pernah tunduk pada upaya pengusiran.
"Penduduk Gaza yang teguh akan terus mempertahankan tanah mereka, meskipun menghadapi kejahatan dan kebiadaban. Gaza tetap menjadi bagian dari dunia Arab dan Timur Tengah, dan segala bentuk upaya penghapusan eksistensinya hanya akan menjadi catatan sejarah yang memalukan bagi para pelaku kezaliman," lanjut pernyataan tersebut.
Al-Azhar juga mengingatkan bahwa dukungan untuk Gaza bukan hanya datang dari rakyat Palestina sendiri, tetapi dari lebih dari dua miliar muslim di seluruh dunia yang menyaksikan ketidakadilan ini dan siap berdiri bersama mereka.
Al-Azhar Serukan Sikap Tegas Dunia Islam
Al-Azhar juga mengkritik standar ganda negara-negara yang menggaungkan kebebasan dan demokrasi, tetapi memilih diam terhadap pelanggaran hak-hak rakyat Gaza dan Palestina.
"Bagaimana mungkin mereka berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi menutup mata terhadap penderitaan rakyat Gaza?"
Oleh karena itu, Al-Azhar menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil sikap tegas dan bersatu dalam menghadapi pelanggaran serta upaya pencabutan hak rakyat Palestina dalam mendirikan negara mereka yang berdaulat dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya.
