Skip to content

Al-Azhar Sukses Gelar Perlombaan Olahraga antar Mahasiswa Internasional

Al-Azhar Asy-Syarif yang menjadi kiblat mahasiswa Islam dari berbagai negara di dunia sukses menggelar perlombaan untuk beberapa cabang olahraga.

FOTO: Dr. Nahlah Ash-Sha'idi dan Syekh Nazhir Muhammad 'Ayyad di stadion Al-Azhar. (Al-Azhar)
FOTO: Dr. Nahlah Ash-Sha'idi dan Syekh Nazhir Muhammad 'Ayyad di stadion Al-Azhar. (Al-Azhar)

TAWAZUN.ID — Acara penutupan ajang perlombaan olahraga bertajuk Piala Al-Azhar Asy-Syarif untuk Pelajar Pendatang (Ka’s Al-Azhar Asy-Syarif li Ath-Thullab Al-Wafidin) Sabtu (11/12/2021) lalu dihadiri oleh sejumlah pimpinan Al-Azhar. Beberapa tokoh yang merupakan pemimpin sejumlah lembaga penting di Al-Azhar seperti Syekh Nazhir Muhammad ‘Ayyad (Sekjen Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah), Dr. Nahlah Ash-Sha’idi (Kepala Markaz Tathwir Ta’lim Ath-Thullab Al-Wafidin), Dr. Salamah Dawud (Rais Qitha’ Al-Ma’ahid Al-Azhariyyah), dan Dr. Ismail Al-Haddad (Sekjen Al-Majlis Al-A’la li Al-Azhar).

Dalam seremonial penutupan yang didahului dengan sejumlah pertandingan final cabang sepakbola, basket, dan voli ini juga dihadiri oleh sejumlah atlet sepakbola nasional Mesir. Perlombaan yang sudah digelar dari 17 November 2021 hingga 11 Desember 2021 ini diikuti lebih dari 23 perwakilan negara dari para pelajar internasional di Al-Azhar Asy-Syarif. Ajang ini terselenggara atas dukungan Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib dan bertempat di stadion milik Al-Azhar yang tak jauh dari gedung baru Perpustakaan Al-Azhar. Pelaksanaannya digawangi oleh lembaga pengembangan pendidikan mahasiswa asing di Al-Azhar bernama Markaz Tathwir Ta’lim Ath-Thullab Al-Wafidin yang diketuai oleh Dr. Nahlah Ash-Sha’idi, salah satu ulama perempuan yang menjadi pimpinan di Al-Azhar.

Sulaiman Al-’Abd, Pemuka Ulama Al-Azhar Keturunan Turki
Kakeknya berasal dari negeri dengan mayoritas muslim bermazhab Syafi’i, Diyar Bakr, Turki. Ialah Syekh Sulaiman Al-’Abd, alim besar di Al-Azhar.

Dalam kesempatan itu, Sekjen Lembaga Riset Keislaman (Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah) Al-Azhar Syekh Nazhir Muhammad ‘Ayyad menyampaikan bahwa Al-Azhar di masa kepemimpinan Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib ini memberi perhatian khusus terhadap para pelajar pendatang (al-wafidin) dari berbagai negara di dunia. Perhatian itu mencakup hal-hal yang mendukung pendidikan, menambah wawasan serta bakat para pelajar. Kegiatan olahraga, menurutnya, merupakan salah satu kegiatan yang juga mempunyai peran dalam penyelesaian masalah dalam masyarakat.

“Jika setiap awal dalam suatu olahraga itu mempunyai akhir, demikian juga hidup ini. Umat manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan yang mulia dan maksud yang luhur, yakni memakmurkan alam. Maka, wajib bagi kita untuk memakmurkan dunia dan senantiasa berusaha menuju kebaikan untuk sesama. Perlombaan olahraga seperti ini pun memiliki maksud yang tak lain adalah mencapai tujuan. Hal itu yang mampu mendorong semangat para pelajar yang bersaing hingga terus berusaha sampai akhir perlombaan. Sudah barang tentu setiap dari kita pasti mengemban beban demi tercapainya tujuan dalam hidup. Jika itu tujuan-tujuan yang mulia untuk umat manusia dan masyarakat, maka usaha itu sendiri bagian dari amal baik.”, kata Syekh Nazhir Muhammad ‘Ayyad.

Selain menekankan peran olahraga untuk jasmani, sebagaimana dirilis dalam akun Twitter resmi Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah, Syekh ‘Ayyad juga berpesan khusus terkait akhlak, “Apabila olahraga itu (berperan) membina jasmani, maka (peran) akhlak itu membangun masyarakat. Hal inilah yang ditekankan oleh Al-Azhar melalui manhajnya yang mengusung tawazun (keberimbangan) dalam segala lini kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya untuk bersikap proporsional dalam masalah sikap, perilaku, aturan, muamalah, etika, serta metodologi.”

Sepercik Tata Krama Para Ulama Nahwu
Laku ulama yang penuh tata krama patut menjadi teladan bagi masyarakat muslim. Dalam memilih istilah, para ahli nahwu menjaga betul sikap santun.

Sementara itu, dalam kalimat akhirnya, sekretaris jenderal lembaga riset milik Al-Azhar itu juga memaparkan bahwa perlombaan yang diikuti oleh pelajar beragam etnis dan asal negara ini membuktikan bahwa perbedaan adalah sunatullah. “Yang indah lagi bahwa meski bersaing ketat disertai adanya perbedaan, kegiatan ini mampu semarak berjalan di bawah institusi yang telah berumur (Al-Azhar) yang membuka pintunya untuk siapapun dari waktu ke waktu.” (hid)

*Foto: (dari kiri ke kanan) Syekh Dr. Salamah Dawud (Rais Qitha' Al-Ma'ahid Al-Azhariyyah), Dr. Nahlah Ash-Sha'idi (Rais Tathwir Ta'lim Ath-Thullab Al-Wafidin), dan Syekh Dr. Nazhir Muhammad 'Ayyad (Amin 'Am Majma' Al-Buhuts Al-Islamiyyah).


Baca juga warta lain di rubrik AKHBAR atau pilih ragam tulisan di Tawazun

Latest