Skip to content

Alasan Umat Ini Tidak Diazab Seperti Umat Terdahulu

Umat Nabi Muhammad tidak diazab seperti umat terdahulu. Tidak ada yang ditelan bumi atau ditenggelamkan ke dasar lautan. Kenapa bisa demikian?

FOTO Syekh Ahmad Umar Hasyim, ulama sepuh Al-Azhar Kairo Mesir.
FOTO Syekh Ahmad Umar Hasyim, ulama sepuh Al-Azhar Kairo Mesir.

Sebagian umat terdahulu diberi azab yang luar biasa. Ada yang ditelan bumi, dihujani batu, dan ada pula yang ditenggelamkan dalam lautan. Namun, hal itu tidak terjadi pada umat Nabi Muhammad SAW. Lantas, apa alasan umat ini tidak diazab seperti umat-umat sebelumnya?

Guru Besar Hadits Universitas Al-Azhar dan anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar Syekh Ahmad Umar Hasyim menjelaskan hal ini dalam cuplikan wawancara berikut.

Teks Terjemah Syekh Ahmad Umar Hasyim

Jika bukan karena Rasulullah SAW, maka mereka akan dihancurkan dari dunia dan benar-benar akan dibinasakan. Tetapi Allah memuliakan alam ini dengan adanya Rasulullah SAW di dalamnya. Sebagaimana Al-Quran menyebutkan:

“Dan Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah Allah akan menghukum mereka, sedang mereka memohon ampunan" [Surah Al-Anfal: 33]

Maka, Tuhan yang Maha Perkasa menghilangkan azab pembinasaan dari umat ini, yang dialami oleh umat terdahulu. Ditimpakan kepada mereka satu suara yang keras mengguntur dan badai dengan batu kerikil, dan dibalikkan bagian atasnya menjadi di bawah sertadihujani dengan batu.

Satu-satunya umat yang selamat dari azab pembinasaan adalah umat ini, dengan sebab Rasulullah SAW, bahkan bagi non-muslim, bahkan bagi orang-orang yang meremehkan dan bahkan bagi semuanya. Allah menghilangkan azab pembinasaan. Sehingga mereka tidak dihukum dengan azab yang menimpa umat terdahulu. Demikian itu karena kemuliaan Rasulullah SAW.

Maka kewajiban mereka adalah menghormati dan memuliakan Rasulullah SAW yang mulia, yang akan memberi syafaat di hari kiamat untuk semua makhluk dari zaman Nabi Adam sampai hari kiamat, hingga orang-orang yang berbuat buruk padanya. Ia akan memberi syafaat agar dapat bergerak dari mauqif. Itu adalah syafaat terbesar. Dan ini adalah derajat yang terpuji, yang kita mintakan kepada Allah setiap setelah salat.

Kita berdoa: "Ya Allah, Berikan Nabi Muhammad wasilah dan fadilah kepadanya dan berikanlah kepadanya derajat yang terpuji," dipuji oleh para makhluk, karena ia memberi syafaat pada semuanya. Andaikan mereka tahu kenyataan ini, mereka tidak akan berbuat buruk pada Rasulullah SAW. Maka dari itu, dalam diwan syair Ummat Al-Musthafa saya katakan:

"Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, kami tersakiti"

"dengan adanya kebohongan di negara kufur, yang menyakiti engkau"

"Dan yang lainnya, melakukan dengan penuh kebencian dan kesombongan "

"kebohongan, kezaliman, dan permusuhan yang menyakitimu"

"Ini dan itu, keduanya membuat kami hancur"

"Jangan biarkan, wahai Tuhanku, tidak ini, juga tidak itu"

"Kami adalah yang paling mulia di antara seluruh hamba Allah"

"Kami adalah makhluk yang paling mulia, ketika kami mematuhi-Mu"

"Tetapi umat kami, duh umat kami..."

"Mereka telah menyia-nyiakan jalan Engkau"

"Berapa banyak nilai yang mereka sia-siakan. Berapa banyak akhlak yang mereka buang"

"Kami minta belas kasih-Mu dari apa yang mereka lakukan hari ini. Kami minta belas kasih-Mu"

"Telah lalai umatku dalam agama dalam waktu yang lama"

"Maka, demi Allah, bagaimana kami menemui-Mu di hari kiamat?"

"Wahai orang entah di mana, wahai kamu yang menyakiti orang yang memberi syafaatkepada kami"

"Lumpuh kedua tanganmu sepanjang tahun"

"Bagaimana bisa kamu berani pada makhluk yang paling mulia dengan penuh kebodohan?"

"Kamu menjadi hina atas kezaliman dan kebohongan"

"Sesungguhnya Rasul itu benar-benar cahaya bagi alam semesta"

"tetapi kedua matamu terbutakan dari cahaya"

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.

Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras: M. Ali Arinal Haq

Latest