Skip to content

Alim Hadis Al-Azhar Ijazahkan Kitab Al-Buldaniyyat

Alim ulama Al-Azhar masih terus menjaga tradisi ijazah baik riwayat hadis maupun kitab. Alim hadis Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhari salah satunya.

FOTO: Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhar di acara ijazahan hadis.
FOTO: Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhar di acara ijazahan hadis.

TAWAZUN.ID — Pada hari Sabtu lalu (13/11/2021), ulama ahli hadis Al-Azhar Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhari membuka majelis pembacaan hadis yang diadakan oleh Akademi Ihya. Kitab yang dibaca berjudul lengkap Al-Buldaniyyat, Arba'un Haditsan 'an Arba'in Syaikhan min Arba'in Baladan Qad Dakhaltuha. Kitab ini adalah karangan beliau sendiri. Meski dalam judul tersurat 40 hadis, namun kitab ini sejatinya menghimpun 50 hadis dari 50 riwayat sanad ulama dunia dari 50 negeri, baik dalam Mesir maupun mancanegara yang pernah beliau kunjungi. Syekh Usamah menyampaikan bahwa penamaan dengan angka 40 merupakan bentuk tabaruk kepada para ulama hadis terdahulu yang kerap menyebutnya sebagai kumpulan 40 hadis.

Acara yang bertempat di Majma’ Bilal bin Rabah, Muqattam, Kairo ini sebagaimana tertera dalam pamflet dibuka untuk umum dan diperbolehkan untuk siapapun. Sebelum acara dimulai bakda salat Asar, halaman depan dan atas masjid telah dipenuhi oleh lautan manusia yang berbondong-bondong untuk memasuki masjid demi melihat sosok Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhari. Apalagi semenjak menjadi penasihat presiden Mesir urusan agama, beliau sudah tidak pernah lagi mengajar di serambi (riwaq) Al-Azhar bersama para pelajar Al-Azhar. Alhasil, lautan pelajar yang merindu tak dapat dibendung.

Hunian Orang-orang Jawi di Masjid Al-Azhar
Dalam sejarahnya, masjid Al-Azhar mengenal sistem hunian yang bernama riwaq. Riwaq Al-Jawiyyah untuk para pendatang dari Kepulauan Nusantara salah satunya.

Acara ini mulai dibuka setelah Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhari tiba yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Setelahnya, beliau memimpin sendiri pembacaan dan penjelasan dari kitab Al-Buldaniyyat dari awal hingga akhir. Sebelum menjelaskan kitab, beliau menjelaskan terlebih dahulu bahwa para ulama terdahulu juga mengarang kitab hadis berjenis sama yang dikenal dengan nama Al-Buldaniyyat yang dikumpulkan dari berbagai negeri. Selanjutnya, dalam menjelaskan hadis beliau juga tak lupa menjelaskan pengalaman kunjungan beliau di tiap-tiap negara. Dari beberapa negara, tersebutlah beberapa daerah di Indonesia yang pernah beliau kunjungi, seperti Jakarta, Malang, Martapura, dan lainnya.

Suasana pembacaan dan pemberian ijazah kitab Al-Buldaniyyat.

Di sela-sela majelis, acara ini diselingi dengan salat Magrib, Isya, pembacaan nasyid oleh Mushthafa ‘Atef, penyanyi Islami terkenal Mesir, dan syair pujian kepada Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhari oleh salah satu pelajar.

Hukum Musik dalam Islam
Mendengarkan atau memainkan alat musik hukumnya adalah khilaf. Tulisan ini mengulas bagaimana pendapat para ulama soal musik.

Dan di penghujung acara, Syekh Usamah As-Sayyid Al-Azhari memberi ijazah kitab Al-Buldaniyyat kepada para hadirin dan berpesan untuk senantiasa belajar dan belajar. Karena, hal tersebutlah yang akan membangun peradaban, tanah air, dan memberi keamanan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, tanpa belajar, peradaban tidak akan terbangun, bangsa akan runtuh, dan keamanan di masyarakat akan hilang. (rul)


Baca juga warta lain di rubrik AKHBAR atau pilih ragam tulisan di Tawazun

Latest