Apakah kita akan mendapat pahala manakala kita membantu orang yang non-muslim?
Hubungan antara muslim dan non-muslim tidak dibangun atas dasar kebencian dan permusuhan, namun dibangun atas dasar saling tolong-menolong dan bahu-membahu. Dua hal ini adalah asas muamalah antar manusia dengan manusia lainnya. Allah taala berfirman:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.” [Surah Al-Hujurat: 13].
※ Keberadaan Majas dalam Al-Quran
Al-Quran telah menjadikan asas hubungan antar muslim dan non-muslim atas dasar kebaikan dan keadilan, bukan pengasingan, pengabaian, dan permusuhan. Allah taala telah berfirman:
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” [Surah Al-Mumtahanah: 8].
Al-Quran
Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan
di siniTerdapat banyak nas-nas yang menyeru umat Islam untuk beramal baik secara umum karena Allah, baik kebaikan itu untuk kepentingan sesama muslim ataupun selainnya. Salah satu nas tersebut ialah firman Allah taala:
“Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.” [Surah Al-Insan: 8-9].
Dari sini sudah jelas, bahwa Al-Quran dan sunah mendorong seorang muslim untuk membantu orang lain, apapun agamanya, lalu ia akan diberi pahala akan hal itu.