Bagaimana cara mengalahkan setan dan menjauhkannya dari saya?
Setan telah bertekad untuk menciptakan permusuhan antara dirinya dengan manusia, serta menjauhkannya dari segala kebaikan. Hal ini setan lakukan melalui bisikan dan godaan, sebagaimana firman Allah taala:
“(Iblis) berkata, ‘Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali, hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.’.” [Surah Shad: 82-83].
Dari sini, sudah seyogianya seorang muslim harus berhati-hati dan mengambil tindakan pencegahan yang dapat melindungi dan menjaganya dari tipu daya setan.
※ Makna Setan Dibelenggu Saat Ramadan
Terdapat beberapa rambu-rambu syariat untuk melindungi seseorang dari bisikan dan godaan setan, antara lain:
1) Memohon perlindungan kepada Allah taala, sebagaimana firman-Nya:
“Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Surah Al-A’raf: 200].
2) Membaca Al-Mu’awwidzatain (dua surah pelindung), yaitu Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas:
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.’.” [Surah Al-Falaq: 1-5].
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.’.” [Surah An-Nas: 1-6].
Hal di atas berlandaskan sabda Nabi Muhammad SAW kepada salah seorang sahabatnya [Ibnu ‘Abis Al-Juhani]:
“Maukah engkau kuberitahu mengenai pelindung terbaik yang digunakan oleh orang-orang yang berlindung?” Aku [Ibnu ‘Abis Al-Juhani] menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “Bacalah: Qul a’udzu bi Rabbil-falaq dan Qul a’udzu bi Rabbin-nas.” [HR. Ahmad]. Nabi SAW membaca dua bacaan ini setiap ingin tidur.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda, bahwa siapa saja yang membacanya berbarengan dengan Surah Al-Ikhlash: 3x pada sore hari dan 3x pada pagi hari; niscaya ia akan tercukupkan dari segala sesuatu.
Rasulullah
Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan
di sini3) Membaca Ayat Kursi di pagi-sore hari, selesai salat, dan sebelum tidur. Dalam hadits disebutkan:
“Jika kamu telah bersiap untuk tidur, bacalah Ayat Kursi; niscaya kamu akan senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah dan setan tidak mendekatimu hingga kamu kembali bangun.” [HR. Al-Bukhari].
※ Kemukjizatan Al-Quran di Balik Rasm 'Utsmani
4) Membaca akhir Surah Al-Baqarah, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah, barang siapa yang membacanya pada malam hari; niscaya ia akan tercukupi.” [HR. Al-Bukhari].