Apa yang perlu dipersiapkan pertama kali sebelum berjuang dalam perang? Syekh Ahmad Ma'bad Abdulkarim, Guru Besar Hadits Universitas Al-Azhar dan anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar menjelaskan bahwa itu bukan senjata, juga bukan bekal. Simak selengkapnya di video berikut:
Teks Terjemahan Pengajian Syekh Ahmad Ma'bad Abdulkarim
Doa saat Perang Badar, bukanlah ucapan tanpa perbuatan. Akan tetapi, doa tersebut disertai dengan usaha Rasulullah SAW terhadap segala hal yang dapat dilakukan berupa persiapan bekal, seperti yang kalian dengar tentang peristiwa-peristiwa saat itu, seperti mengubah formasi dan barisan pasukan dan arahan Rasulullah SAW pada pasukan dengan beberapa arahan, yang beliau ingin agar mereka menerapkannya saat menghadapi musuh.
Kemudian, setelah Rasulullah melakukan semua itu, beliau pergi ke tempat yang telah dipersiapkan untuk berdoa pada Tuhannya. Beliau tidak mendahulukan doa, akan tetapi pertama-tama berusaha melakukan segala sebab yang dapat dilakukan dan meminta kepada Allah agar dapat melakukan semua sebab yang dapat menolong rombongan ini. Maka berdoalah Rasulullah SAW, saat beliau ada di tempat tersebut, agar Allah Azza Wa Jall, memberikan janji-Nya yang telah Dia janjikan kepadanya, berupa kemenangan, dan memenuhi janji-Nya yang telah Dia janjikan, yaitu akan menjaganya dari seluruh makhluk
“Saya memohon pada Engkau, agar dipenuhi janji”
"Ya Allah jika Engkau menghancurkan rombongan ini, tidak akan ada yang menyembah Engkau di Bumi"
Apa hasilnya?
Hasilnya adalah salah satu dari balasan doa. Hadis menyebutkan bahwa orang yang berdoa, terdapat tiga keadaan:
Adakalanya dikabulkan seketika
Adakalanya diganti dengan sesuatu yang lebih bermanfaat
Adakalanya disimpan sampai hari kiamat
Artinya semua doanya tidak akan sia-sia. Akan tetapi, pelaksanaannya tergantung pada apa yang sesuai menurut Allah. Dan dalam Perang Badar, Allah mengingatkan hal tersebut kepada kita:
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu dikabulkan-Nya bagimu" [Surah Al-Anfal: 9]
Ketika permintaannya tidak bisa ditunda maka dengan hanya meminta pertolongan, di mana itu adalah salah satu dari macam doa, maka doanya pun dikabulkan
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu dikabulkan-Nya bagimu"
“Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [Surah Al-Anfal: 9]
Dan turunlah malaikat dengan perintah Allah dan terwujudlah kemenangan untuk orang-orang beriman setelah mereka mengerahkan segala upaya yang dapat dilakukan dan setelah Allah kabulkan doa mereka tanpa diakhirkan, karena yang maslahat bagi mereka adalah menyegerakan terkabulnya doa.
Maka kita, di bulan yang mulia ini, berdoa dengan segala hal yang kita inginkan dari Tuhan kita Azza Wa Jall dan kita meyakini dalam hati bahwa Dia akan mengabulkan, tapi mengabulkan dengan hal yang terbaik baik kita. Adakalanya dengan segera sepeti yang terjadi pada ahli Badar Adakalanya dengan diganti, seperti yang terjadi pada banyak doa
"Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu: Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik" [Surah Al-Anfal: 70]
Dan adakalanya disimpan sampai hari kiamat, di mana tidak ada harta, tidak ada anak dan tidak ada apa pun, kecuali pahala dan balasan dari Tuhan semesta alam Azza Wa Jall.
Maka kita meminta kepada Allah agar dikabulkan seluruh doa kami serta kalian.. dan doa-doa yang kita panjatkan untuk kemenangan orang-orang Islam dan kemenangan Al-Aqsha dan mewujudkan keinginan baik kita. Kita meminta kepada Allah agar dikabulkan dengan sesuatu yang baik dan tidak menolak kita lantasmenjadi orang yang gagal.
Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras: M. Ali Arinal Haq