Skip to content

Bagaimana Cara Saya Bermuamalah dengan Ibu Saya yang Non-Muslim

Seorang anak bertanya tentang bagaimana ia harus bersikap atas ibunya yang non-muslim. Imam Akbar menjawabnya dalam buku anak yang baru terbit.

FOTO Sampul depan buku anak terbaru Syekh Ahmad Ath-Thayyib.
FOTO Sampul depan buku anak terbaru Syekh Ahmad Ath-Thayyib.

Ayah saya adalah seorang muslim, sedangkan ibu saya adalah non-muslim. Bagaimana cara saya bermuamalah dengannya?

Cara bermuamalah dengan ibumu hendaknya dengan cara yang baik, penuh kasih sayang, dan saling terhubung, sebagaimana perintah Allah taala dalam Kitab-Nya yang berbunyi:

﴿ وَقَضٰى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوْٓا إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسٰنًاۗ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ أُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ۞ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا ﴾ [سورة الإسراء: ٢٣-٢٤]

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.’.” [Surah Al-Isra: 23-24].

Ayat mulia ini tidak membedakan antara ibu muslim ataupun tidak. Justru kewajiban ini ditujukan secara umum, tanpa memandang agamanya. Maka dari itu, kamu harus tetap bersikap baik, menolong, dan patuh terhadap ibumu, kecuali dalam satu hal, yaitu jika ibumu memerintahkan untuk tidak menaati Allah. Karena tidak dibenarkan taat kepada makhluk yang menyeru bermaksiat kepada Allah.

Tafsir

Kumpulan tulisan bertema tafsir Al-Quran dapat teman-teman baca

di sini

Allah taala berfirman:

﴿ وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ أُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ إِلَيَّ الْمَصِيْرُ ۞ وَإِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى أَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًاۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ﴾ [سورة لقمان: ١٤-١٥]

“Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) ‘Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.’ Hanya kepada-Ku (kamu) kembali. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan.” [Surah Luqman: 14-15].


💡
Artikel FATWA ini diterjemahkan dari buku Syekh Ahmad Ath-Thayyib berjudul Al-Athfal Yas'alun Al-Imam, oleh Amirul Mukminin

Latest