TAWAZUN.ID — Syekhul-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib kembali menyerukan kepada masyarakat internasional agar segera menghentikan retorika kosong dan beralih pada aksi nyata demi menyelamatkan rakyat Gaza dari bencana kemanusiaan yang kian parah. Seruan dan kecaman ini dimuat dalam pernyataan resmi Al-Azhar yang dipublikasikan melalui situs resminya pada Rabu, 22 Mei 2025.
Al-Azhar Asy-Syarif mengecam keras tindakan penjajahan yang masih menghalangi distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza, di tengah penderitaan jutaan warga sipil yang tidak bersalah. Menurut Al-Azhar, kondisi ini merupakan bentuk kejahatan historis yang utuh, melanggar hukum internasional serta bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh seluruh agama samawi.
“Sudah saatnya dunia menghentikan fase bicara. Ini waktu untuk bertindak nyata di lapangan, membuka semua jalur perlintasan, dan mengirimkan bantuan kepada mereka yang terperangkap dalam blokade,” tegas Syekhul-Azhar dalam pernyataan tersebut.
Beliau juga menyambut baik seruan yang dilontarkan Uni Eropa terkait penghentian blokade kemanusiaan atas Gaza. Meski masih terbatas, menurutnya seruan itu menjadi secercah cahaya di ujung lorong gelap, dan sebuah teriakan nurani di tengah dunia yang kini dikaburkan oleh kepentingan dan kalkulasi politik.
Tak hanya itu, Al-Azhar juga mengutuk keras aksi penembakan brutal yang dilakukan tentara Israel terhadap rombongan delegasi internasional yang terdiri dari lebih dari 25 duta besar Arab dan Eropa. Penembakan terjadi saat para diplomat tersebut tengah melakukan kunjungan kemanusiaan ke wilayah Jenin, Tepi Barat, guna meninjau langsung situasi di lapangan.
Al-Azhar menyebut aksi penembakan ini sebagai "lembaran hitam baru dalam sejarah umat manusia" yang mencerminkan arogansi kekuasaan tanpa etika, dan memperlihatkan betapa urgennya dunia bersatu menyuarakan keadilan sejati.
