TAWAZUN.ID — Dalam pertemuan di Masyakhah Al-Azhar pada Rabu (12/01/2022), Imam Akbar Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib mengatakan bahwa sesungguhnya belajar bahasa bukan hanya untuk mampu menulis, berdialog, dan mendengar saja, melainkan juga untuk mempelajari nilai-nilai yang telah dibawa oleh kultur dan budaya, serta untuk mengenal sejarah umat-umat. Mempelajari bahasa juga salah satu wasilah untuk menyingkirkan kebencian, ketegangan, dan fanatisme kelompok dan menggantinya dengan tradisi berdamai dan saling mengenal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Imam Akbar Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib di sela-sela pertemuannya dengan Scott McDonald, Direktur Eksekutif British Council, sebuah organisasi budaya di Inggris yang bergerak di bidang pendidikan. Bertempat di Masyakhah Al-Azhar atau Kantor Syekhul-Azhar, Kairo, Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengatakan, "Kita siap sedia untuk membuka cakrawala baru dan menindaklanjuti kerja sama dengan British Council," Selain itu, beliau juga menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Al-Azhar dan British Council telah dimulai semenjak tahun 2007. Dari kerja sama panjang itu terdapat 1161 alumni dari fakultas pokok Al-Azhar seperti Fakultas Usuludin, Bahasa Arab, dan Syariah wal Qanun yang telah merasakan manfaatnya. Hal itu belum termasuk pelatihan para pengajar bahasa Inggris di madrasah-madrasah (ma'had) di bawah naungan Al-Azhar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif British Council mengutarakan kebahagiaanya atas pertemuan dengan Imam Akbar Syekhul-Azhar pada kesempatan ini. Ia mengatakan, "Sesungguhnya salah satu kehormatan yang agung bisa mengunjungi Al-Azhar Asy-Syarif. Saya tumbuh di Timur Tengah dan tahu betul kedudukan Al-Azhar yang agung dan referensi masyarakat muslim pada tataran dunia. Saya berharap semoga kerja sama antara Al-Azhar dan British Council bisa terus berlangsung serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar lagi baik bagi para pelajar dan pengajar di Al-Azhar."

Di sela-sela pertemuan itu, Wakilul-Azhar Syekh Muhammad Adh-Dhuwaini sebagai pihak Al-Azhar dan Scott McDonald sebagai Direktur Eksekutif British Council menandatangani pembaruan protokol kerja sama (MoU) antara Al-Azhar dan British Council untuk masa 3 tahun ke depan, yakni hingga Maret 2025.
Al-Quran
Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan
di siniPenandatanganan ini sekaligus menjadi awal periode ke-7 kerja sama antara kedua belah pihak. Sebagaimana dilansir media lokal Mesir Masrawy, kerja sama Al-Azhar dan British Council pada mulanya dimulai dengan pembangunan Pusat Pengajaran Bahasa Inggris Al-Azhar pada tahun 2007. Sepanjang tahun pelatihan para guru bahasa Inggris juga diadakan. Kini guru Al-Azhar yang telah berhasil dilatih mencapai 4600 guru. Selain itu, terlaksana pula pelatihan para pelajar berprestasi di Al-Azhar agar mampu menciptakan dialog yang membangun di antara pemeluk agama. Program beasiswa yang dikhususkan untuk ilmu-ilmu keislaman di universitas-universitas Britania Raya juga merupakan capaian yang tak kalah penting.

Dengan nota kesepahaman terbaru ini, Pusat Pengajaran Bahasa Inggris Al-Azhar di Kota Luxor, Mesir sedianya siap dibuka di tahun depan. Hal lain yang juga termaktub dalam kerja sama adalah pengembangan kemampuan pengajar bahasa Inggris di Al-Azhar melalui program yang telah dipersiapkan khusus. Program ujicoba yang mampu mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris juga segera disiapkan khusus untuk para pengajar sains dan matematika di Al-Azhar.

Di samping itu, kerja sama termutakhir ini juga merencanakan program-program pelatihan bahasa Inggris khusus untuk topik-topik terkait krisis perubahan iklim dan penyuluhan lingkungan. Sedianya program yang terkait dengan topik yang diprioritaskan Al-Azhar di tahun ini akan menyasar para pengajar dan mahasiswa secara umum.
Hadir juga dalam pertemuan ini sejumlah tokoh penting dan pimpinan Al-Azhar, seperti Penasihat Syekhul-Azhar Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Abduddayim Nushair dan Nyonya Ruth Cook, Deputi Direktur British Council Britania Raya untuk Kairo. (irf)
Keterangan Foto Utama:
Penandatanganan nota kesepahaman British Council dan Al-Azhar; Direktur Eksekutif Scott McDonald (kiri) dan Wakilul-Azhar Syekh Muhammad Adh-Dhuwaini.
