TAWAZUN.ID — Al-Azhar Asy-Syarif dengan dukungan penuh Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib dan supervisi Wakilul-Azhar Syekh Muhammad Adh-Dhuwaini telah menetapkan rencana penyelenggaraan Multaqa Al-Azhar Asy-Syarif li Al-Khath Al-‘Arabi wa Az-Zakhrafah (Forum Al-Azhar Asy-Syarif untuk Seni Kaligrafi Arab dan Iluminasi). Forum tahunan kedua ini dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Tak berbeda dari tahun pertama, forum yang dirangkai dengan sejumlah kegiatan bertema kaligrafi (khat) Arab dan iluminasi ini akan bertempat di sejumlah titik di Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Dalam keterangan di akun resminya, Al-Azhar akan mengadakan multaqa beserta serangkaian acara lain seperti penganugerahan kepada sejumlah seniman kaligrafi dan iluminasi atau seni hias naskah yang khas. Lokakarya dan seminar seputar khat juga bakal menghiasi rangkaian ini.
Rangkaian acara ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Al-Azhar menaruh perhatian khusus untuk seni dan kebudayaan di umat Islam, khususnya untuk khat Arab. Selain itu, pelatihan dan lokakarya diharapkan juga mampu menarik minat para pemuda untuk menekuni kesenian ini. Peneguhan pentingnya bahasa Arab dan kayanya khazanah kebudayaan Arab juga turut menjadi tujuan diselenggarakannya perayaan ini.
Secara khusus, Al-Azhar juga mengajak para seniman dan pegiat khat serta iluminasi untuk berpartisipasi dalam forum ini. Sejumlah syarat keikutsertaan yang diumumkan di antaranya: keikutsertaan tunggal (bukan tim), karya pribadi, maksimal dua karya yang bukan merupakan rekayasa digital, desain grafis, atau plagiat. Selain itu, karya itu juga merupakan yang terbaru dan tidak terdapat indikasi ke arah isu SARA. Karya selambat-lambatnya dikirim sebelum tanggal 20/11/2021 ke alamat surel: alazharforum@gmail.com
Sebagaimana ditegaskan dalam sebaran berita di akun Facebook resminya, forum (multaqa) ini merupakan inisiatif Al-Azhar Asy-Syarif untuk meramaikan seni khat Arab. Senada dengan sejumlah media Mesir lain, situs berita lokal Masrawy turut menyebutkan bahwa perayaan tahunan spesifik seni khat ini juga menjadi bagian dari penegasan terpilihnya Kairo sebagai Ibukota Kebudayaan Islam (‘Ashimah li Ats-Tsaqafah Al-Islamiyyah).

Di laman yang berbeda, yakni situs resmi Lembaga Informasi Mesir menyebutkan bahwa Kairo mendapat anugerah dari Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (di bawah Organisasi Kerjasama Islam) dalam bidang kebudayaan pada periode tahun 2020 bersama Bukhara di Uzbekistan dan Bamako di Mali. Setiap tahunnya, organisasi itu memilih tiga kota di negara-negara Islam untuk mendapat anugerah sebagai kota kebudayaan. Satu dari ketiga itu mendapat predikat tertinggi yang kemudian disematkan: ‘Ashimah Ats-Tsaqafah Al-Islamiyyah. (hid)
Baca juga warta lain di rubrik AKHBAR atau pilih ragam tulisan di Tawazun
