Syekh Ahmad Ath-Thayyib menjelaskan bahwa setiap larangan dalam Islam sejatinya selaras dengan fitrah manusia.
Andaikan larangan itu disodorkan kepada jiwa yang murni dan tabiat yang sehat, maka ia akan menolaknya secara alami tanpa perlu merujuk kepada Islam atau agama mana pun.
Artinya, apa yang Allah haramkan bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan kemaslahatan manusia. Justru larangan itu hadir untuk menjaga kebersihan jiwa, kesehatan tabiat, dan keselamatan hidup manusia.
Fitrah yang bersih akan memahami bahwa sesuatu yang dilarang agama memang hakikatnya berbahaya, baik secara lahir maupun batin.
Penjelasan Syekh Ahmad Ath-Thayyib ini menegaskan bahwa syariat tidak datang memaksa manusia melawan fitrahnya, tetapi datang sebagai panduan yang menyempurnakan fitrah itu sendiri.
