TAWAZUN.ID — Melalui akun Facebook resminya, Syekhul-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib menyampaikan rasa dukanya yang mendalam terhadap bencana gempa bumi yang melanda wilayah Suriah dan Turki.
"Sungguh hati kami terkoyak oleh rasa sakit atas pemandangan mengerikan dari gempa dahsyat yang melanda Suriah dan Turki.", sebagaimana diterjemahkan dari cuitan Twitter Syekh Ahmad Ath-Thayyib yang dirilis dalam tiga bahasa, Arab, Inggris, dan Turki.
Dalam postingan pada Rabu (08/02/2023) itu, Syekh Ahmad Ath-Thayyib juga mengajak orang-orang untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban.
انفطرتْ قلوبنا ألمًا؛ بسبب المشاهد المروعة جراء الزلزال العنيف الذي ضرب سوريا وتركيا، أدعو العالمَ للانتفاضة من أجل إغاثة المحاصرين والمنكوبين، وتقديم يد العون والمساعدة للجرحى والمشردين، والإسراع لإنقاذ الأرواح من تحت الأنقاض.. اللهم رحماك بعبادك المستضعفين..
— أحمد الطيب (@alimamaltayeb) February 8, 2023
"Saya mengajak seluruh dunia untuk bangkit membantu para korban yang menderita, untuk membantu mereka yang terluka dan tunawisma, dan segera menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di bawah reruntuhan. Ya Allah, tunjukkanlah belas kasih-Mu terhadap hamba-Mu yang lemah."
Syekhul-Azhar juga mengutarakan solidaritasnya yang kuat dengan keluarga para korban, serta rasa simpatinya kepada mereka, dan turut berempati atas apa yang mereka rasakan. Ia mendoakan agar para korban dipenuhi dengan limpahan rahmat-Nya, dan Allah perkuat hati keluarga dan kerabat mereka, serta menganugerahi mereka kesabaran dan lapang dada, juga kesembuhan yang cepat kepada para korban yang terluka.

Sang Imam Akbar berdoa semoga Pencipta Yang Maha Penyayang melindungi negara Arab dan Islam dari bahaya bencana dan gempa bumi, dan memberikan rasa ketenangan dan keamanan-Nya bagi seluruh umat manusia.
Syekhul-Azhar juga menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada masyarakat Turki dan Suriah atas korban gempa dahsyat yang melanda kedua negara tersebut. Gempa yang mengakibatkan ratusan korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka pada beberapa hari belakangan. (hid)
