TAWAZUN.ID — Imam Akbar Syekhul-Azhar, Syekh Ahmad Ath-Thayyib melakukan kunjungan ke Markaz Tathwir Ta’lim Ath-Thullab Al-Wafidin wa Al-Ajanib (Pusat Pengembangan Pendidikan Pelajar Internasional) di Al-Azhar pada Senin (20/06/2022) kemarin. Pusat pengembangan ini adalah lembaga strategis yang beliau bentuk terkait rancangan besar upaya pengembangan pendidikan pra-universitas bagi pelajar internasional di Al-Azhar rentang tahun 2018-2030 M.

Lembaga strategis pertama milik Al-Azhar yang dinakhodai perempuan ini didirikan berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh Al-Majlis Al-A’la li Al-Azhar Nomor 245 Tahun 2018 M tertanggal 14 Rabiulakhir 1439 H (2 Januari 2018 M) dengan Prof. Dr. Nahlah binti Shabri bin Quthb Ash-Sha’idi sebagai ketuanya hingga saat ini. Salah seorang ulama perempuan di Al-Azhar, guru besar balaghah dan sastra Arab yang juga dipercaya menjadi dekan Fakultas Ilmu Keislaman untuk Mahasiswa Internasional, Universitas Al-Azhar, Kairo.

Setelah berjalan beberapa tahun semenjak berdirinya, Imam Akbar Syekh Ahmad Ath-Thayyib Syekhul-Azhar telah berulang kali mengunjungi lembaga di bawah naungan Al-Azhar ini, baik kunjungan agenda yang telah terjadwalkan sebelumnya atau "blusukan" yang bersifat tiba-tiba. Selain lembaga ini, beliau juga senantiasa melakukan kunjungan kepada sejumlah lembaga Al-Azhar lainnya secara intens untuk melihat perkembangan dari tiap lembaga.
Pada kunjungan kali ini, Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib didampingi langsung oleh Prof. Dr. Muhammad Abdurrahman Adh-Dhuwaini selaku Wakilul-Azhar. Sejumlah tokoh dan pimpinan Al-Azhar juga turut dalam rombongan, sementara Dr. Nahlah Ash-Sha’idi selaku Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Mahasiswa Internasional Al-Azhar menjadi tuan rumah dalam kunjungan ini.

Sebagaimana rilis resmi Al-Azhar, Dr. Nahlah Ash-Sha’idi menyambut kedatangan rombongan sekaligus mengantar dan memimpin pemaparan capaian selama kunjungan. Ulama perempuan Al-Azhar asal Provinsi Kafr Asy-Syekh itu menjelaskan kepada para tokoh tersebut seluk-beluk gedung pusat yang baru rampung dibangun, memperlihatkan sejumlah pameran, persentase keberhasilan lembaga selama 4 tahun, dan mendampingi rombongan ke ruang-ruang kelas yang sedang menjadi ruang ujian semester.
Dalam salah satu sambutannya, Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib berkata, “Siswa Internasional (wafidin) adalah prioritas utama kami, karena mereka inilah yang akan menjadi duta Al-Azhar di negara mereka nanti.”

Imam Akbar yang dikenal sebagai Abu Al-Wafidin (Ayah Para Pelajar Internasional) ini memang memiliki misi besar untuk menjadikan risalah Al-Azhar tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Tak heran jika beliau menaruh perhatian khusus kepada pelajar internasional dengan mendirikan lembaga ini, agar pengembangan pendidikan pelajar asing selama di Al-Azhar dapat terus ditingkatkan.

Syekh Ahmad Ath-Thayyib dan rombongan juga mendengarkan presentasi terkait kinerja berbagai departemen di dalam lembaga ini, program kerja untuk periode mendatang, dan berbagai kegiatan strategis sesuai misi utama. Yakni mengembangkan pendidikan, pengayaan wawasan, dan memastikan kurikulum Al-Azhar yang moderat mampu dibawa pulang ke negara asal para pelajar.
Di akhir sidak, Syekhul-Azhar memuji upaya para penanggung jawab Pusat Pengembangan Pendidikan Pelajar Internasional dan semua stafnya atas semangat mereka dalam memperbaiki kinerja demi mencapai tujuan pendirian pusat tersebut, melakukan tugasnya secara optimal dalam berkhidmah untuk mahasiswa internasional, dan meningkatkan pusat tersebut menjadi salah satu tempat tercapainya risalah Al-Azhar di dunia. (rul)
