Skip to content

Ini Bahayanya Berpura-pura Terlihat Baik saat Proses Ta’aruf

Sering kali saat ta’aruf, para pencari jodoh berpura-pura terlihat baik agar mendapat kesan yang baik dari lawan pasangan. Hal ini justru tercela.

FOTO Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Dawud dalam penyuluhan pranikah
FOTO Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Dawud dalam penyuluhan pranikah

Sering kali saat proses ta’aruf menuju pernikahan, para pencari jodoh berpura-pura terlihat baik agar mendapat kesan yang baik dari lawan pasangan. Apakah hal ini baik untuk masa depan calon mempelai?

Dalam video berikut, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Dawud menyampaikan nasihat pranikah bagi para calon pengantin.

Teks Terjemahan Subtitle Syekh Salamah Jumu’ah Dawud

Periode pertunangan... Periode ini, adalah periode penting dalam kehidupan pernikahan, karena Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Ruh-ruh itu laksana sekumpulan bala tentara. Ruh-ruh yang saling mengenal akan bersatu dan ruh-ruh yang saling mengingkari akan berselisih"

Ini periode yang sangat penting. Sehingga akan tampak seberapa harmonis dan cocok antara suami istri, dalam batasan-batasan keluarga dan dalam ruang lingkup keluarga. Ini akan menjadi nyata, karena permasalahan setelah itu akan lebih besar.

Munakahat

Kumpulan tulisan dengan topik pernikahan dan keluarga islami dapat teman-teman temukan

di sini

Sebenarnya, dalam periode ini kebanyakan orang akan berpura-pura. Mereka hanya memperlihatkan dirinya dari sisi terbaiknya dan berpura-pura melakukannya. Kepura-puraan ini tercela. Bahkan Al-Quran Al-Karim memperingatkan kita:

"Dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada" [Surah Shad: 86]

Ini diperuntukkan untuk siapa? Untuk Baginda Nabi SAW

"Dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada." [Surah Shad: 86]

Kepura-puraan ini biasanya akan merusak kehidupan. Karena tabiat, watak, dan sifat dasarlah yang akan menguasai dan itulah yang akan terus ada. Maka dari itu, bagian kebiasaan Nabi SAW dan termasuk sunnah Nabi SAW adalah memberi nasihat kepada pengantin ketika bersama pasangannya, agar memegang ubun-ubunnya dan berkata:

"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan darinya dan kebaikan dari sifat yang Engkau jadikan sebagai wataknya"

"Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan sifat yang Engkau jadikan sebagai wataknya" Lihatlah! Jibillah artinya adalah tabiat. Karena setelah nikah yang akan terus menetap adalah tabiat, sedangkan kepura-puraan akan hilang.

Karenanya kebaikan yang tetap adalah kebaikan dari tabiat dan kebaikan dari fitrah manusia. Dan hubungan menggunakan tabiat dan fitrah inilah yang akan tetap dan langgeng.

"Aku mohon kepada-Mu kebaikannya..." Kemudian, lebih khusus dari itu,

"...kebaikan dari sifat yang Engkau jadikan sebagai wataknya"

"Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan sifat yang Engkau jadikan sebagai wataknya"

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update VIDEO terkini.

Latest