TAWAZUN.ID — Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam mewakili Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa alumni Al-Azhar di Indonesia berbangga dengan afiliasi mereka kepada menara keilmuan yang dianggap sebagai representatif kiblat ilmu keislaman yang kokoh.
Karena Al-Azhar mempunyai metodologi ilmiah yang moderat nan kokoh yang berupaya membantu permasalahan-permasalahan umat Islam berkat keilmuan para ulama dan guru-guru mulia. Kamaruddin menyampaikan kesiapan lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia untuk menjalin kerja sama permanen dengan jejaring alumni Al-Azhar Asy-Syarif di berbagai dunia, yaitu melalui Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA).
Hal ini diutarakan saat kunjungan Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA., Dirjen BIMAS Islam, mewakili Menteri Agama RI ke kantor OIAA Pusat di Kairo (18/12/2023). Dalam kunjungan itu, Kamaruddin disambut oleh para pimpinan OIAA Pusat. Mereka membahas mekanisme kerja sama timbal-balik di antara kedua belah pihak dalam bidang pelatihan ilmiah bagi para imam, para dai, dan para koordinator keagamaan di Indonesia. Selain itu, topik kerja sama juga mencakup kepedulian terhadap mahasiswa Indonesia yang belajar di Al-Azhar Asy-Syarif, baik dalam bidang keilmuan, budaya dan sosial.
Prof. Dr. Muhammad Husain Al-Mahrashawi, Wakil Ketua Dewan Direksi OIAA Pusat mengatakan bahwa para lulusan Al-Azhar di Indonesia mempunyai reputasi yang baik di antara teman-teman mereka dan hadir mengisi berbagai posisi kepemimpinan di dalam negeri. Ini menunjukan keberhasilan institusi Al-Azhar dalam merealisasikan risalah universal. Utamanya dalam mengurus anak-anak Al-Azhar yang dikategorikan sebagai duta Al-Azhar di negaranya dan merelealisasikan apa yang diharapkan bagi generasi penerus dunia Islam kelak.
※ Ide Tajdid Menurut Syekh Muhammad Abu Musa
Prof. Dr. Al-Mahrashawi juga menekankan perhatian dan kesiapan OIAA Pusat untuk kerja sama yang bermanfaat dalam melayani masyarakat Indonesia secara keilmuan, budaya, pengembangan masyarakat. Juga mengatasi hambatan-hambatan yang mereka hadapi dan membekali mereka dengan kemahiran bakat yang dapat membantu mereka menjalankan peran secara aktif di masyarakat.
Pertemuan itu dihadiri oleh Mayjend. Usamah Yasin, Wakil Ketua Dewan Direksi OIAA Pusat; Prof. Dr. Abdudayim Nushair, Sekjen OIAA Pusat; dan Dr. Hasan Ash-Shagir, Sekjen Dewan Ulama Senior Al-Azhar yang sekaligus Direktur Akademi Pelatihan Dai Internasional Al-Azhar. Dan dari Indonesia hadir Dr. Muchlis M. Hanafi, Sekjen OIAA cabang Indonesia.