Syekh Ahmad Ath-Thayyib menegaskan bahwa keberagaman mazhab dan aliran dalam Islam bukan alasan untuk saling menyesatkan.
“Pengikut Mu’tazilah adalah Muslim. Pengikut Asy’ariyah adalah Muslim. Pengikut Maturidiyah adalah Muslim. Pengikut Salafi adalah Muslim. Pengikut Sufi adalah Muslim,” ujar beliau.
Namun, menurut Syekhul-Azhar, persoalan muncul ketika ada kekuatan finansial dan politik yang mengadopsi satu aliran tertentu, lalu berusaha memaksakannya kepada umat.
“Sedikit demi sedikit, para pendakwah aliran itu menjadi kasar terhadap yang lain dan bahkan mengeluarkan mereka dari Islam. Inilah yang menjadi persoalan,” tegasnya.
Pesan Syekh Ahmad Ath-Thayyib ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan dan adab dalam perbedaan, agar kekayaan intelektual Islam tidak berubah menjadi sumber perpecahan umat.
