Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan bagi hamba-hamba-Nya aturan yang membawa kebaikan, petunjuk, dan keselamatan. Di antara ibadah yang diperintahkan-Nya adalah puasa, yang memiliki derajat dan pahala berbeda dengan ibadah lainnya. Dalam kaidah fikih disebutkan:
Artinya: “Ibadah itu bertingkat-tingkat sesuai dengan maslahat yang menyertainya.”
Kaidah ini menunjukkan bahwa setiap ibadah memiliki tingkatan keutamaan yang bergantung pada manfaat dan kebaikan yang dikandungnya. Semakin besar maslahatnya, semakin tinggi pula kedudukannya.
Puasa, misalnya, memiliki pengaruh besar terhadap jiwa seorang muslim, membentuk akhlaknya, serta memperkuat imannya. Lebih dari sekadar menahan diri dari lapar dan haus, puasa melatih kedisiplinan, kesabaran, dan keikhlasan. Dengan puasa, seseorang tidak hanya mengendalikan hawa nafsu, tetapi juga membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hadirin rahimakumullah...
Puasa bertujuan mengantarkan seorang hamba menuju derajat ketakwaan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah:
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Surah Al-Baqarah: 183)
Allah SWT mengawali ayat ini dengan seruan kepada orang-orang beriman, lalu menutupnya dengan “agar kamu bertakwa.” Hal ini menunjukkan bahwa iman dan takwa saling berkaitan erat. Iman adalah dasar kebaikan, sementara takwa adalah ruh yang menjaga amal perbuatan tetap berada di jalan yang benar. Salah satu dampak takwa yang paling besar adalah kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi kita. Kesadaran ini melahirkan rasa takut untuk berbuat keburukan dan keyakinan bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya dalam kesulitan.
Hadirin rahimakumullah...
Salah satu hikmah puasa adalah mendidik manusia untuk meninggalkan segala hal yang diharamkan (utamanya saat berpuasa), termasuk makan, minum, dan hubungan suami istri selama waktu tertentu. Ini adalah bentuk latihan mengendalikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah dengan harapan meraih rida-Nya.
Dengan berpuasa, seorang muslim akan menyadari bahwa ia akan kembali kepada Allah dan seluruh perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Allah SWT berfirman:
Artinya: "Waspadalah terhadap suatu hari (Kiamat) yang padanya kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi." (Surah Al-Baqarah: 281)
Tafsir
Kumpulan tulisan bertema tafsir Al-Quran dapat teman-teman baca
Dengan berpuasa, seorang muslim melatih dirinya untuk selalu merasa diawasi oleh Allah. Ia meninggalkan segala hal yang diinginkan oleh hawa nafsunya meski mampu melakukannya, semata-mata karena keyakinannya bahwa Allah selalu melihatnya. Inilah salah satu rahasia terbesar puasa. Oleh karena itu, Allah menjadikan pahala puasa sebagai sesuatu yang khusus bagi-Nya.
Artinya: “Setiap pahala amal kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan sebanyak sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Dia meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku.” (HR. Muslim)
Keistimewaan puasa dibanding ibadah lain adalah tidak adanya unsur riya' di dalamnya. Jika salat, zakat, atau sedekah bisa diketahui oleh orang lain, maka puasa adalah ibadah yang hanya diketahui oleh Allah dan pelakunya.
Artinya: “Amal ibadah lainnya bisa terkontaminasi riya', sedangkan puasa tidak ada yang tahu selain Allah. Oleh karena itu, Allah menyandingkan puasa kepada-Nya sendiri.”
Artinya: “Puasa adalah rahasia antara seorang hamba dan Rabbnya, tidak ada yang tahu kecuali Allah, karena ia terdiri dari niat yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah, serta meninggalkan segala sesuatu yang dapat memuaskan nafsu yang biasanya dilakukan secara tersembunyi.”
Artinya: "Dari Abi Umamah Al-Bahili, ia bertanya kepada Nabi SAW, "Amal apakah yang paling utama?" Beliau menjawab: "Kamu harus berpuasa, karena tidak ada tandingannya." [HR. Ahmad dan An-Nasa'i)
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah puasa kita, juga ibadah-ibadah lainnya yang kita kerjakan, serta menjadikannya sebagai sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin.