Khutbah Jumat Hubungan Iman dan Amal dalam Kehidupan Manusia
Khutbah Pertama
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah...
Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat iradat dan inayah-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini untuk melaksanakan rutinitas salat Jumat.
Hadirin...
Orang yang beriman akan menyadari kuatnya hubungan antara iman dan amal, kuat atau lemahnya iman akan mempengaruhi perbuatan manusia, baik dari apa yang terucap dari bibirnya maupun tindakan seluruh anggota tubuh lainnya, sangat berkaitan dengan keimanan. Oleh karena itu, orang yang melakukan dosa-dosa maka sebenarnya dia sedang lemah imannya dalam keadaan itu, makanya penting sekali mengolah amal pada kebaikan karena keimanan akan bertambah dengannya.
※ Menggapai Iman yang Paripurna dengan Cinta
Dengan demikian, risalah datang kepada kita menjelaskan bahwa keimanan tidak dapat diwujudkan kecuali melalui amal saleh dan sifat-sifat yang terpuji. Sabda Nabi Muhammad SAW:
Artinya: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya."
Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:
Artinya: "Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai syahwatnya mengikuti apa yang aku bawa."
Berdasarkan hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang akan mendapatkan kesempurnaan iman dengan menjaga akhlaknya dan syahwatnya kepada hal-hal yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Hadirin rahimakumullah...
Secara hakikat, siapa orang yang bisa dikatakan sukses itu? Al-Quran menjawab, yaitu orang-orang yang menaati, serta bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itulah orang-orang yang berhasil. Berhasil melawan hawa nafsunya, berhasil menggiring tubuhnya pada hal-hal yang diridai oleh Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya: "Sungguh, beruntunglah orang-orang yang beriman." (Surah Al-Mu'minūn: 1)
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya," (Surah Al-Mu'minūn: 2)
Artinya: "Dan orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna," (Surah Al-Mu'minūn: 3)
Di sinilah keberhasilan dan kemenangan yang sesungguhnya. Maka hadirin, mari sadarilah keimanan kita, karena tujuan kehadiran kita pada salat Jumat ini adalah untuk menambah keimanan, dan sebagai bukti perwujudan keimanan kita kepada Allah SWT.
Hal yang paling berharga dalam hidup kita adalah jika kita memiliki iman. Seandainya jika hal itu dihilangkan dari hatimu, lalu kamu mati, maka apa pun yang kamu peroleh di dunia ini tidak akan memberi manfaat bagimu, kamu akan kekal di neraka. Karena keimanan ini ibarat kunci yang membukakan jalan kemudahan dalam kehidupan, sehingga membuat pemiliknya tidak kehilangan arah, selalu merasa ada yang menuntun, dan selalu merasa ada solusi dari problematika kehidupan yang menghampiri. Maka jagalah keimanan ini dengan baik ke dalam amal saleh.
Hadirin rahimakumullah...
Salah satu ciri keimanan pada diri seseorang adalah dapat dilihat dari apa yang keluar dari mulutnya, yang dimaksud adalah ucapannya. Apakah dia bisa/tidak menjaga perkataannya dari kebohongan, menyakiti orang lain, atau membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Rasulallah SAW bersabda:
Artinya: "Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya."
Hadits di atas menjelaskan bahwa ciri seorang muslim yang baik adalah yang baik terhadap muslim yang lain. Sehingga tidak ada orang yang terluka hatinya karena ucapannya, dan tidak ada yang terluka jasmaninya karena ulah tangannya. Dalam arti lain, dia selalu menjaga hubungannya dengan orang lain. Allah SWT mencintai orang-orang yang menjaga kehormatan dan integritasnya melalui perkataan yang baik.
Nabi Muhammad SAW ditanya oleh seorang sahabat mengenai apakah seorang muslim itu boleh berbohong atau tidak, dengan tegas Nabi SAW menjawab:
"Tidak, orang mukmin tidak berdusta."
Maka, orang yang setiap harinya menebar kebohongan kemudian menganggap bahwa dirinya masih termasuk orang-orang yang beriman, oh sungguh dia telah membodohi dirinya sendiri. Karena itu tidak sesuai dengan ungkapan Nabi Muhammad SAW di atas bahwa orang yang beriman tidak berdusta.
Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:
Artinya: "Hanya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan, mereka yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan merekalah yang termasuk para pembohong."
Orang-orang mukmin hanyalah mereka yang jika disebut asma Allah, hatinya merasa takut (akan siksanya), dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, maka hal itu menambah keimanan mereka.
Hadirin rahimakumullah...
Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja, beramal, berkarir dalam hal dunia, asalkan tetap berpegang pada syariat agama. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan." (Surah At-Taubah: 105)
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan beruntung di dunia dan akhirat. Aamiiin Yaa Rabbal Alamiiin.