Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ، اَلْمُتَفَرِّدِ بِالْخَلْقِ وَالتَّدْبِيْرِ، اَلْمُقَدَّسِ عَنِ الشَّبِيْهِ وَالنَّظِيْرِ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَالصّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ الْبَشِيْرِ النَّذِيْرِ وَالسِّرَاجِ الْمُنِيْرِ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ وَرَضِيَ اللّٰهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ أصْحَابِهِ الْغُرِّ المُحَجَّلِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، فَيَا أيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إلَّا وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
وَأُوْصِيْكُمْ أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ وَنَفْسِي الْمُذْنِبَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ!
فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Alhamdulillah kita masih berada di bulan Ramadan dan telah masuk kepada sepuluh terakhir bulan mulia ini. Semoga segala amal yang kita lakukan di bulan puasa diterima oleh Allah dan mendapatkan keridaan-Nya dan semoga kita semua dilimpahi kebaikan sepanjang tahun. Amin Ya Rabbal 'Alamin
Hadirin Rahimakumullah
Banyak orang yang menyangka bahwa menahan diri dari makan minum dan menahan hubungan suami istri di siang hari Ramadan dari mulai azan Subuh sampai Magrib telah melaksanakan puasa. Realitanya, puasa yang demikian tersebut adalah masih tergolong puasa luarnya saja. Atau dalam istilah Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib "Puasa Perut". Sebab kalau kita menadaburi ayat difardukannya puasa, ada tujuan hakikat puasa yang dikehendaki Allah SWT. Mari kita perhatikan dalam Surah Al-Baqarah:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴾
[سورة البقرة: ١٨٣]
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Perhatikan, ayat ini diawali dengan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا
Artinya, ajakan kepada orang yang beriman.
Dan di akhiri dengan:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yaitu "agar kamu bertakwa".
Sementara di tengah-tengahnya adalah teks yang menjelaskan diperintahkannya puasa seperti diperintahkan puasa kepada umat-umat terdahulu. Dengan merenungi ayat ini, tujuan kita berpuasa adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Syekh Mahmud Syaltut yang merupakan Syekhul-Azhar terdahulu menerangkan bahwa seruan pertama kepada orang-orang yang beriman, itu karena keimanan adalah dasar kebaikan dan sumber keutamaan-keutamaan. Diakhiri dengan menutur takwa, itu karena takwa adalah ruh keimananan dan rahasia kebahagiaan. Maka, puasa yang dikehendaki oleh Allah bukan hanya sebatas menahan dari makan dan minum saja, akan tetapi menahan segala sesuatu yang menafikan keimanan, keutamaan bertakwa, dan merasa selalu diawasi oleh Allah SWT.
Puasa, secara bahasa, adalah menahan. Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengklasifikasikan, menahan diri dari makan dan minum disebut puasa perut, menahan diri dari tidak membicarakan orang lain disebut puasa mulut, menahan diri dari tidak melihat hal yang menimbulkan syahwat disebut puasa mata, dan seterusnya.
Dengan demikian, urgensi puasa sesungguhnya adalah menahan seluruh anggota tubuh dari hal-hal yang membatalkan secara zahir dan yang menghilangkan pahala puasa. Maka seharusnya puasa yang dilakukan di hari-hari Ramadan adalah untuk membersihkan diri dari kotoran-kotoran yang tercela dan menyucikan diri dengan berbuat kebaikan. Dengan demikian, hikmah puasa yaitu agar tertanam rasa diri ini diawasi oleh Allah dan tertanam pula akhlak kesabaran dalam diri umat muslim.
Maka pantas saja Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: Barang siapa puasa Ramadan dengan keimanan dan mengharap balasan dari-Nya maka diampuni dosa yang telah lalu.
Jangan sampai puasa kita hanya sebatas menahan dari lapar dan haus saja. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah:
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجوعُ والعَطَشُ
Artinya: Betapa banyak orang yang puasa, bagian imbalan yang diperolehnya hanya lapar dan dahaga.
Hadirin Rahimakumullah
Mari kita tingkatkan kembali ketakwaan kita di detik-detik akhir Ramadan ini. Pada sepuluh hari akhir di bulan Ramadan, ada yang disebut Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Seorang yang mendapatkannya, ia akan mendapatkan kebaikan dan berlipat-lipat pahala.
Para ulama mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar jatuh di sepuluh akhir bulan Ramadan. Maka mari kita fokuskan untuk meminta kepada Allah ampunan dosa-dosa yang kita perbuat dan meminta terbebas dari panasnya api neraka. Marilah kita sempurnakan ibadah puasa kita di hari-hari menjelang akhir Ramadan dengan penuh penghambaan kepada Sang Pemilik alam semesta ini.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Ya Allah, sungguh engkau Maha Pengampun dan Maha Pemurah, Engkau menyukai ampunan, maka ampunanilah aku.
Ini juga merupakan doa yang sering dibacakan Rasulullah SAW di hari-hari Ramadan.
بَارَكَ اللّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.