Memuji Rasulullah SAW, selain merupakan bentuk penghormatan kita kepada sosok beliau, juga merupakan perantara yang mujarab agar doa kita terkabul. Seperti yang telah dipraktikkan langsung oleh Imam Al-Bushiri penganggit Al-Burdah.
Simak selengkapnya di video Syekh Fathi Hijazi berikut.
Teks terjemahan video pengajian Syekh Fathi Hijazi
Al-Bushiri Rahimahullah ketika melihat bahwa dirinya sedang jatuh sakit dan akhirnya akan mati, karena yang dideritanya adalah penyakit yang disebut dengan stroke, atau, dahulu, dinamakan dengan syalal atau dikenal juga dengan falij, yang membuat orang terbelah dan menjadi setengah, sehingga setengah badannya menjadi mati.
Karenanya, ia mulai mencoba berbicara pada Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Luhur dengan meminta syafaat pada Rasulullah SAW agar ia disembuhkan oleh Allah Yang Maha Luhur dan Maha Tinggi. Maka pujian adalah termasuk tawasul kepada Allah, sehingga ia disembuhkan.
※ Di Balik Nama Qashidah Burdah dan Bur'ah
Karenanya, kasidah Al-Burdah ini adalah salah satu penyebab kesembuhan. Dan ia (Imam Al-Bushiri) pun disembuhkan oleh Allah melalui usapan Rasulullah SAW dalam mimpi. Ia, saat melihat Rasulullah SAW dalam mimpi, beliau (Rasulullah) berkata padanya: "Ucapkan, wahai Al-Bushiri..."
Ia (Al-Bushiri) pun mengucapkan dari awal kasidah sampai akhir. Dan ia berhenti, seperti dalam sebagian riwayat, saat mengucapkan:
"Maka, hasil akhir yang diketahui adalah ia merupakan manusia" Ia pun berhenti dan tidur. Lalu, ketika ia berhenti pada bait tersebut, Rasulullah SAW berkata padanya:
"Ucapkan setelahnya: "Dan ia adalah yang paling baik dari seluruh makhluk Allah"
Maka, setengah bait ini berasal dari isyarat dari Nabi SAW. Dan setelah ia selesai mengucapkan kasidahnya. Nabi SAW berdiri, lalu mengusapnya dan melepaskan selimutnya dan menutupkannya padanya. Lalu, ia pun bangun dari tidurnya seakan ia terlepas dari belenggu. Artinya, ia sebelumnya dibelenggu, lalu bangun dengan bugar. Itu adalah anugerah Allah yang diberikan pada siapa pun yang Dia kehendaki.
Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras: M. Ali Arinal Haq