Skip to content

Mengapa Tuhan menciptakan serangga?

Kita melihat beragam makhluk hidup dalam kehidupan ini. Sebagian dari mereka tampak tidak membawa manfaat. Lantas, mengapa Allah menciptakannya?

FOTO Ilustrasi serangga (Unsplash/Brenkee)
FOTO Ilustrasi serangga (Unsplash/Brenkee)

Mengapa Tuhan menciptakan serangga?

Kita melihat beragam makhluk hidup dalam kehidupan kita. Terkadang, kita mungkin akan dicelakai oleh beberapa dari mereka jika kita mendekati mereka. Sebagian yang lain membuat kita takut hingga kita tidak berani mendekati mereka. Dari sini kita bertanya-tanya, "Apa sebenarnya manfaat dari makhluk-makhluk ini? Mengapa Allah menciptakannya?"

Pertama, banyak sekali makhluk yang kelihatannya tidak bermanfaat atau merugikan, namun ilmu pengetahuan telah membuktikan manfaatnya bagi manusia atau lingkungan. Ilmu pengetahuan juga menegaskan pentingnya semua makhluk di alam semesta, meskipun tampak tidak berguna. Hal ini karena keseimbangan biologis dan lingkungan dapat tercapai di alam semesta dengan adanya mereka.

Kita melihat banyak kerusakan besar yang terjadi pada lingkungan ketika organisme hidup dimusnahkan, mengingat ada beberapa orang memandang perlu adanya pemusnahan secara menyeluruh karena ketiada-gunaan. Hal ini membuat banyak ketidakseimbangan lingkungan, menyebabkan penyebaran organisme hidup lainnya dengan cara yang tidak biasa, merugikan manusia, dan menyebarnya penyakit dan wabah.

Lingkungan

Kumpulan tulisan yang mengangkat isu lingkungan dapat teman-teman baca

di sini

Kedua, Al-Quran telah memberikan contoh kepada kita mengenai makhluk-makhluk yang oleh sebagian orang dianggap berbahaya tanpa manfaat seperti lalat. Al-Quran menunjukkan kuasa Allah atas ciptaan-Nya, menantang mereka dengan lalat tersebut, serta membuktikan ketidakmampuan mereka dalam mencipta. Allah taala berfirman:

﴿ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلࣱ فَٱسۡتَمِعُوا۟ لَهُۥۤۚ إِنَّ ٱلَّذِینَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن یَخۡلُقُوا۟ ذُبَابࣰا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُوا۟ لَهُۥۖ وَإِن یَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَیۡـࣰٔا لَّا یَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلۡمَطۡلُوبُ ﴾ [سورة الحج: ٧٣]

"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah." [Surah Al-Hajj: 73].

Dengan demikian, jelaslah sudah bahwa Allah SWT tidak menciptakan apa pun kecuali di sana terdapat suatu hikmah, baik yang kita ketahui maupun tidak. Maka sudah seyogianya bagi manusia untuk hidup berdampingan dengan makhluk ciptaan Allah, serta cukup menjauhi dan menghindari makhluk yang merugikan dan menakutinya.


💡
Artikel FATWA ini diterjemahkan dari buku Syekh Ahmad Ath-Thayyib berjudul Al-Athfal Yas'alun Al-Imam, oleh Amirul Mukminin

Latest