Skip to content

Mengenang Prof. Dr. Muhammad Abdulfadhil Al-Qushi (2)

Pada peringatan haul, Syekh Muhammad Husain Al-Mahrashawi mengisahkan momen saat ia membawa kabar wafat Sang Guru kepada Imam Akbar Syekhul-Azhar.

FOTO Mantan Rektor Universitas Al-Azhar Syekh Muhammad Husain Al-Mahrashawi
FOTO Mantan Rektor Universitas Al-Azhar Syekh Muhammad Husain Al-Mahrashawi

Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) memperingati haul Alm. Syekh Muhammad Abdulfadhil Al-Qushi, Wakil Ketua Dewan Direksi OIAA Pusat. Dalam acara ini, Syekh Muhammad Husain Al-Mahrashawi yang merupakan mantan rektor Universitas Al-Azhar sekaligus wakil ketua Dewan Direksi OIAA Pusat, turut memberikan kalimatnya untuk mengenang beliau.

Transkripsi Terjemah Pidato Mantan Rektor Universitas Al-Azhar Syekh Muhammad Husain Al-Mahrashawi

Para tokoh yang terhormat
Segenap keluarga syekh kita, guru kita, almarhum, Prof. Dr. Muhammad Abdulfadhil Al-Qushi

Pimpinan sekalian, wakil-wakil sekalian
Anggota dewan pengajar sekalian
Ketua-ketua cabang OIAA sekalian

Tamu-tamu, anak-anakku mahasiswa yang terhormat
Anak-anak perempuanku yang berbahagia dan terkasih

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sejak 5 tahun lalu saya kehilangan belahan jiwa saya, saudara saya, teman perjalanan saya, teman hidup saya. Maka, saya katakan satu kalimat dalam ucapan dukanya. Walaupun itu hanya satu kalimat tapi itu mengandung banyak arti. Saya katakan dalam ucapan dukanya:

“Kita adalah satu jiwa dalam dua raga”
“Dan hari ini saya hidup dengan separuh jiwa yang terluka”

Dua tahun lalu, saya berdiri di hadapan Imam Akbar, semoga Allah menjaga beliau. Ketika beliau mendapat kabar meninggalnya guru kita, Prof. Dr. Muhammad Abdulfadhil Al-Qushi, saya melihat kedua matanya (Imam Akbar Syekhul-Azhar) seakan mengatakan:

“Kita adalah satu jiwa yang hidup dalam dua raga”
“Dan hari ini saya hidup dengan separuh jiwa yang terluka”

Setelah beliau kehilangan separuh jiwanya dan teman perjalanannya serta teman hidupnya. Rahimahullah.

Disebutkan dalam Kitabullah azza wajall:
"dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian." [Surah Asy-Syu'ara': 84]

Ulama menafsiri "tutur yang baik" sebagai peringatan yang baik. Peringatan yang baik, atau 'peringatan' secara umum adalah hal yang mulia.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar, karena menyelenggarakan acara ini, dalam memperingati hari wafat syekh kita dan guru kita Prof. Dr. Muhammad Abdulfadhil Al-Qushi. Ini adalah peringatan (haul) yang kedua. Dan saya katakan, kita tidak akan melupakan beliau.

Penyair mengatakan:
“Tidak ada kemuliaan kecuali bagi orang berilmu”

“Mereka berada dalam hidayah, mereka bagi para pencari hidayah adalah sang petunjuk”

“Derajat setiap orang adalah hal-hal baik yang ia lakukan”

“Orang-orang bodoh, bagi orang yang berilmu, adalah musuh”

“Maka carilah ilmu, maka engkau akan hidup selamanya”

“Para manusia mati, sementara orang yang berilmu hidup”

Syekh (Muhammad) Abdulfadhil walaupun telah pergi meninggalkan kita dengan mendadak. Dan jiwanya telah naik menuju penciptanya. Beliau masih ada di antara kita dengan ilmunya dan pemikirannya, dan dengan karangan-karangannya yang bercirikan moderat, dan mengumpulkan antara tradisional dan modern

Syekh (Muhammad Abdulfadhil Al-Qushi), Rahimahullah.

Saya mengenal beliau sebagai dosen dan wakil dekan Fakultas Usuluddin di Universitas Al-Azhar, Kairo. Lalu menjadi wakil rektor bidang pendidikan dan kemahasiswaan. Lalu menjadi menteri wakaf. Beliau juga menjadi anggota Majma’ Al-Lughah Al-Arabiyah, dan anggota Majma' Al-Buhuts Al-Islamiyah, dan anggota Al-Majlis Al-A'la Lil Azhar, dan anggota Hai’ah Kibar Al-Ulama. Terakhir, adalah wakil ketua dewan direksi Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar.

Maka, beliau telah berkontribusi dalam menyebarkan pemikiran moderat, lewat peran beliau di Organisasi ini. Beliau, melalui penanya, juga mampu untuk melawan pemikiran yang melenceng dan ekstrem. Beliau melawan pemikiran menggunakan pemikiran dengan sikap yang tenang. Beliau juga tidak ambil hati terhadap celaan, demi Allah dan kebenaran.

Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas, dan menempatkan beliau di surga-Nya yang luas, dan memberi saya dan kalian kesabaran dan pelipur lara.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.

Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras bahasa: M Ali Arinal Haq

Latest