Angin segar kembali datang membawa kabar gembira bagi para penggandrung bahasa. Barangkali Pameran Buku Internasional Kairo kali ini memang menyimpan banyak kejutan. Sebelumnya telah terdengar kabar lahirnya kembali kitab At-Tuhfah Al-Bahiyyah karya Syekh Muhammad Al-Jauhari. Kini, berita terbitnya himpunan risalah-risalah sosok “Asy-Syafi’i Ash-Shaghir” ini telah resmi diluncurkan.
Syekh Muhammad bin Ahmad Al-Jauhari memang dikenal memiliki banyak karya berbentuk risalah. Hal yang sama juga bisa ditemukan pada teman seperguruannya, yaitu Syekh Muhammad Al-Amir Al-Kabir (w. 1232 H). Keterangan ini sudah pernah penulis sebutkan dalam artikel berjudul “Dua Ulama Al-Azhar Pengarang Jenis Kitab yang Langka”. Syekh Muhammad Al-Amir memiliki lebih dari 60 kitab risalah. Lebih dari 30 judul di antaranya telah diterbitkan dalam bentuk himpunan oleh penerbit Dar At-Taqwa, Suriah.
Pada abad ke-12 H, Al-Azhar telah melahirkan banyak ulama yang memiliki banyak karya berupa risalah, sebut saja misalnya Syekh Ahmad Al-Mallawi, Syekh Ahmad Ad-Damanhuri, Syekh Ahmad As-Suja’i, dan Syekh Ahmad Al-Jauhari. Nama yang paling akhir disebutkan merupakan ayah dari Syekh Muhammad Al-Jauhari. Tidaklah berlebihan jika kita sebut bahwa sang anak mewarisi bakat sang ayah dalam menulis risalah. Sebagian risalah Syekh Ahmad Al-Jauhari tentang akidah telah diterbitkan dalam bentuk himpunan oleh penerbit Dar Mirats An-Nubuwwah, Mesir.
Sejauh ini, risalah-risalah Syekh Muhammad Al-Jauhari belum tersentuh secara masif. Memang ada beberapa risalah beliau yang sudah diterbitkan, namun masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah risalah yang beliau tulis. Melihat hal ini, kabar terbitnya himpunan risalah beliau sangatlah menggembirakan. Bahkan mungkin sebagian penggandrung kajian Bahasa Arab sudah lama menantikan.
Delapan judul risalah terkait bahasa karya Syekh Muhammad Al-Jauhari dihimpun menjadi satu dan akan diterbitkan oleh Al-Azhar untuk meramaikan pameran buku tahun ini. Hal ini merupakan pengejawantahan dari peran Al-Azhar sebagai benteng Bahasa Arab sejak berabad-abad silam. Sebab, Bahasa Arab merupakan gerbang utama untuk memahami ajaran agama dengan benar.
Berikut adalah ulasan singkat delapan risalah karya Syekh Muhammad Al-Jauhari:
1. Al-Qaul Al-Mufi fi Tahqiq Asy-Syukr Al-‘Urfi
Risalah ringkas ini berisi penjabaran makna syukur secara istilah. Di dalamnya terdapat penjelasan para ulama mengenai hal ini dan tentunya muallif akan menyebutkan pendapat yang paling kuat berdasarkan argumentasi. Risalah ini belum pernah diterbitkan sebelumnya.
2. Zahrul Afham fi Tahqiq Al-Wadh’i wa Ma Lahu min Al-Aqsam
Risalah ini berbicara mengenai definisi ilmu wadh’, dasar-dasar dan pembagiannya. Kemudian dilanjutkan dengan aplikasi kaidah melalui analisa terhadap nama kitab dan sub-sub judul yang ada di dalamnya sebagai khatimah.
Perlu diketahui bahwa ilmu wadh’ ini merupakan ilmu bahasa yang paling mendasar. Sebab ia membahas kehadiran dan proses terbentuk bahasa itu sendiri. Sehingga sangat layak dibaca sebagai bekal meresapi ilmu isytiqaq, sharaf, dan ilmu bahasa yang lain.
Risalah ini diberi hasyiyah oleh Syekh Zain bin Ahmad Al-Marshafi dan pernah ditahkik di Universitas Ummu Darman, Sudan, sebagai tesis. Kemudian tesis itu disidangkan pada tahun 2004 M. Meski demikian, kitab risalah ini belum pernah lahir ke dunia penerbitan.
3. Tahqiq Al-Farq bi Rasmihi fi Al-Farq baina ‘Alam Al-Jins wa Ism Al-Jins
Risalah ini berisi pembahasan ilmu wadh’ atau lebih tepatnya membicarakan satu pokok bahasan pada disiplin tersebut. Pembahasan mengenai perbedaan ‘Alam Jinis dan Isim Jinis merupakan tema yang paling urgen di dalam ilmu ini. Risalah ini mencoba mengulas secara khusus tema ini dengan lebih meluas dan komprehensif.
Risalah ini sudah pernah diterbitkan oleh Dar Al-Ihsan, Kairo. Pada edisi terbitan Dar Al-Ihsan, risalah ini dicetak bersamaan dengan Risalah fi Tahqiq Al-Wadh’i wa Ma Lahu min Al-Aqsam karya Syekhul-Azhar Syamsuddin Al-Anbabi.
Judul risalah Syekh Muhammad Al-Jauhari ini pun mengingatkan pada sebuah risalah yang ditulis oleh Syekh Muhammad Al-Amir Al-Kabir yang berjudul Ithaf Al-Ins fi Al-Farq Baina Ism Al-Jins wa 'Alam Al-Jins.
Bahasa Arab
Kumpulan tulisan terkait bahasa Arab dan khazanah ilmunya bisa teman-teman temukan
di sini4. Ithaf Ar-Rifaq bi Bayani Aqsam Al-Isytiqaq
Risalah ini membahas mengenai ilmu isytiqaq, dari definisi, macam-macamnya, hingga perubahan makna yang terjadi ketika proses isytiqaq. Di dalamnya juga terdapat mengenai isim sifat dan makna yang dikandungnya.
Ilmu isytiqaq merupakan lanjutan dari ilmu wadh’. Karena dari ilmu wadh’ kita bisa mengenali lahirnya bahasa serta makna yang dibawanya. Setelah itu kita perlu mengetahui perluasan kata dan makna yang dipelajari melalui isytiqaq. Oleh karena itu, sebagian ulama menganggap bahwa ilmu ini merupakan penghubung antara ilmu wadh’ dan ilmu sharaf.
Sebagai tambahan informasi, risalah ini diberi hasyiyah oleh Syekh Hasan Al-Khafaji Ad-Dumyathi (w. setelah 1269 H). Namun, baik risalah dan hasyiyahnya belum pernah diterbitkan.
5. Ithaf Al-Kamil bi Bayani Al-‘Amil
Risalah ini berisi pembahasan ‘amil dan perannya dalam isim yang mu’rab. Di dalamnya dibahas mengenai sebab yang menjadikan i’rab itu lahir pada isim yang mu’rab. Kemudian pembahasan berlanjut pada definisi ‘amil dan perbedaan pendapat di dalamnya. Risalah ini diakhiri dengan khatimah yang berisi sanggahan-sanggahan atas definisi yang telah disebutkan kemudian menyebutkan jawabannya. Risalah ini belum pernah diterbitkan.
Jika risalah yang telah disebutkan sebelumnya masih berbicara soal lahirnya kosa kata bahasa dan proses perluasannya, di sini sudah melangkah lebih jauh dengan membahas kosa kata yang sudah tersusun menjadi sebuah frasa atau kalimat. Karena pembahasan ‘amil berbicara mengenai hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain dalam bingkai susunan. Pembahasan ini merupakan pembahasan paling mendasar mengenai ilmu nahwu.
6. Ithaf Ulil Albab bi Syarh Ma Yata’allaqu bi Siyyin min Al-I’rab
Risalah ini merupakan syarah dari lima bait nazam yang menggunakan bahar thawil karya muallif sendiri. Di dalamnya i’rab dari kata La Siyyama dikupas tuntas. Selain itu, makna yang dikandung beserta hukum-hukum yang terdapat di dalamnya juga turut dibahas. Pandangan para ulama mengenai makna dan hukum yang dimaksud juga tak ketinggalan disuguhkan.
Risalah ini pernah terbit pada 1278 H oleh penerbit Syekh Muhammad Syahin, Mesir. Jika membandingkan dengan risalah sebelumnya, barangkali risalah ini merupakan bentuk aplikasi dari teori ‘amil dan kaidah i’rab yang sebagiannya dikupas dalam risalah sebelumnya.
7. Imtitsal Al-Isyarah bi Syarh Natijah Al-Bisyarah
Setelah membahas ilmu wadh’, isytiqaq, sharaf, dan nahwu, pembahasan bahasa masih dirasa kurang sebelum membahas ilmu balaghah. Oleh sebab itu, hadirnya risalah ke-7 dan ke-8 mampu meredakan dahaga pengkaji Bahasa Arab sejati. Dua risalah ini membahas puncak dari ilmu Bahasa Arab, yaitu balaghah.
Risalah Imtitsal Al-Isyarah bi Syarh Natijah Al-Bisyarah merupakan syarah dari karya guru muallif, yakni Syekh Abdurrahman bin Musthafa Al-‘Aidarus, yang berjudul Natijah Al-Bisyarah. Melihat judulnya, risalah ini berbicara mengenai pembahasan isti’arah, sebuah tema pembahasan dalam ilmu bayan. Oleh karena itu, risalah ini masuk kategori ilmu balaghah.
Secara khusus, risalah ini berisi definisi isti’arah, macam serta hukumnya. Di dalamnya juga membahas haqiqah, majaz, dan hal yang berkaitan dengan isti’arah. Risalah ini pernah ditahkik sebagai risalah di Universitas Mosul, Iraq dan disidangkan pada tahun 2021. Sayangnya, risalah ini masih tersimpan di rak-rak perpustakaan kampus dan belum pernah diterbitkan.
8. Al-Qaul As-Salim fi Al-Qaul bi Al-Mujab wa Uslub Al-Hakim
Risalah ini berbicara mengenai dua macam muhassinat dalam ilmu badi’, yaitu Al-Qaul bi Al-Mujab dan Uslub Al-Hakim. Di samping menjelaskan definisi keduanya, risalah ini juga membahas dua jenis Al-Qaul bi Al-Mujab dan hubungannya dengan Uslub Al-Hakim. Mualif mengakhiri risalahnya dengan khatimah yang menyinggung pendapat para pakar ushul fikih mengenai Al-Qaul bi Al-Mujab. Menurut mereka, hal ini merupakan hal-hal yang bisa menganulir sifat dari kedudukan sebagai ‘illat. Risalah ini belum pernah ditahkik maupun diterbitkan sebelumnya.
Himpunan risalah Syekh Muhammad Al-Jauhari ini akan diluncurkan di Pameran Buku Internasional Kairo ke-56 dan sangat layak dimiliki. Seperti sebelum-sebelumnya, stan Al-Azhar berada di Qa’ah At-Turats Hall 4 di sebelah pojok. Stan seluas 1000 m² ini mencakup ruang seminar, ruang fatwa, tempat khusus khat, ruang khusus anak-anak, dan ruang pemajangan manuskrip. Ruang khusus penjualan buku biasanya menjadi ruangan teramai di antara ruangan lain. Selamat menjelajah dan menikmati khazanah keilmuan!
