TAWAZUN.ID — Pada Rabu (11/10/2023) kemarin, Al-Azhar Asy-Syarif merilis 10 pernyataan resmi untuk menyikapi isu Palestina terbaru. Melalui sejumlah akun media sosial resmi, Al-Azhar di bawah pimpinan Syekh Ahmad Ath-Thayyib membagikan pernyataan tegasnya membela kemerdekaan Palestina serta mengutuk segala macam tindak penjajahan yang masih terjadi.
Berikut 10 pernyataan resmi Al-Azhar yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
1- Al-Azhar kembali memberi penghormatan kepada ketabahan masyarakat #Palestina dan kegigihan mereka terhadap tanah berharga mereka
Al-Azhar menyerukan kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengambil posisi bersatu dalam menghadapi tindakan tidak manusiawi yang dilakukan Barat yang memberi dukungan terhadap entitas Zionis
Al-Azhar: Sejarah tidak akan berbaik hati kepada mereka yang gagal mendukung rakyat Palestina
2- Al-Azhar Asy-Syarif: Pembunuhan, sabotase, dan terorisme yang dilakukan oleh entitas Zionis adalah aib yang akan diingat dalam sejarah dan juga mencoreng muka Zionis dan pendukungnya
Liputan media Barat bersifat fanatik dan bias terhadap Palestina dan rakyatnya. Itu semua adalahkebohongan yang menyingkap slogan kebebasan yang diklaim Barat
3- Al-Azhar kembali menyampaikan penghormatannya atas ketabahan rakyat #Palestina tercinta, dan penghargaan atas kegigihan mereka dalam mempertahankan tanah tercinta mereka, serta kegigihan untuk tetap tinggal di tanah tersebut, apapun harga dan pengorbanannya. Karena tanah adalah ibu pertiwi, harga diri, dan kehormatan.
١/١ #الأزهر يجدِّد تحيته لصمود أبناء #فلسطين وتشبثهم بأرضهم الغالية
— الأزهر الشريف (@AlAzhar) October 11, 2023
- الأزهر يطالبُ الحكومات العربية والإسلامية باتِّخاذ موقف موحد في وجه الالتفاف الغربي اللاإنساني الداعم للكيان الصهيوني*
الأزهر: التاريخ لن يرحم المتقاعسين المتخاذلينَ عن نصرة الشعب الفلسطيني*
4- Al-Azhar menyampaikan pesan kepada mereka yang berpegang teguh pada tanah mereka bahwa lebih baik kalian mati di tanah kalian sebagai ksatria, pahlawan, dan syahid daripada membiarkannya menjadi hunian bagi para penjajah dan perampok, dan ketahuilah bahwa meninggalkan tanah kalian adalah kematian bagi perkara kalian dan perkara kita, serta hilangnya perkara ini selamanya.
5- Al-Azhar menyerukan kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengambil sikap serius dan bersatu dalam menghadapi tindakan tidak manusiawi yang dilakukan Barat yang mendukung pelanggaran Zionis terhadap semua hak warga sipil Palestina yang tidak bersalah, dan untuk melakukan penyelidikan internasional ke dalam kejahatan perang yang telah dilakukan oleh entitas Zionis – dan masih terus dilakukan – di Jalur Gaza yang terkepung dan terisolasi itu.
6- Al-Azhar menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam untuk berempati terkait kewajiban dan tanggung jawab agama dan sejarah. Serta segera memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan cepat tanggap serta memastikan tersampaikan ke rakyat Palestina di #Jalur Gaza.
7- Al-Azhar mengklarifikasi bahwa mendukung warga sipil Palestina yang tidak bersalah melalui jalur resmi adalah kewajiban agama dan hukum, serta kewajiban moral dan kemanusiaan, dan bahwa sejarah tidak akan bersikap baik terhadap mereka yang mengabaikan tugas ini.
8- Al-Azhar mencatat bahwa menargetkan warga sipil, termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua yang tidak berdaya; membom rumah sakit, pasar, ambulans, masjid, dan sekolah; pengepungan yang mencekikdi Jalur Gaza; dan penggunaan senjata berat yang dilarang digunakan secara internasional, yang dilarang secara moral; merupakan genosida, sebenar-benarnya kejahatan perang, dan merupakan aib bagi Zionis dan pendukungnya.
9- Al-Azhar: Dukungan Barat yang tidak terbatas dan tidak manusiawi untuk entitas Zionis serta restunya atas kejahatan yang dilakukan, belum lagi pemberitaan media Barat yang fanatik dan bias yang kita lihat terhadap #Palestina dan rakyatnya, adalah kebohongan yang menyingkap 'slogan kebebasan' yang oleh Barat digaungkan dan diusung, sekaligus membenarkan sofisme dalam memalsukan fakta dan standar ganda.
10- Al-Azhar Asy-Syarif: Ketahuilah, wahai dunia! Agar seisi dunia tahu, bahwa setiap penjajahan akan hilang, cepat atau lambat, lama atau segera.