Skip to content

Nasihat Itu Berat, Jangan Engkau Timpakan Seperti Gunung

Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi menekankan bahwa nasihat itu berat, harus disampaikan dengan kesabaran dan kelembutan agar diterima dengan baik.

FOTO Ilustrasi
FOTO Ilustrasi

Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi menjelaskan bahwa nasihat pada hakikatnya adalah sesuatu yang berat. Karena itu, nasihat tidak boleh disampaikan seperti gunung yang menindih orang yang dinasihati, apalagi dijadikan ajang perdebatan dan pembuktian diri.

Nasihat juga tidak sepatutnya ditimpakan sekaligus. Orang yang dinasihati tidak boleh dibebani seluruh tuntutan kebaikan dalam satu waktu, sebab hal itu justru dapat menimbulkan penolakan. Yang diperlukan adalah proses yang bertahap dan penuh kebijaksanaan.

Menurut beliau, tugas seorang pemberi nasihat adalah mengeluarkan seseorang dari sesuatu yang ia sukai menuju sesuatu yang benar, namun dengan cara yang tidak membuatnya membenci kebenaran itu sendiri.

Inilah mengapa Allah SWT berfirman, “Ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” Sebab, ketika engkau menasihati seseorang, pada hakikatnya engkau sedang mengeluarkannya dari kebiasaan, dari kebebasan mengikuti syahwat, lalu mengikatnya dengan aturan hidup. Tentu saja hal ini terasa berat dan tidak menyenangkan bagi jiwa.

Karena itu, Syekh Asy-Sya’rawi menegaskan bahwa nasihat harus disampaikan dengan kelembutan, kesabaran, dan hikmah. Dengan cara inilah nasihat dapat diterima, bukan ditolak, dan kebaikan dapat tumbuh tanpa paksaan.

VIDEO Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.

Latest