Mufasir Indonesia, Syekh Muhammad Quraish Shihab, menjelaskan makna “kama takununa yuwala ‘alaikum” — “sebagaimana keadaan kalian, begitulah pemimpin kalian ditentukan.”
Jika masyarakatnya baik, pemimpinnya akan baik. Jika masyarakatnya rusak, pemimpinnya pun cenderung rusak. Jadi siapa yang perlu bercermin? Kita sendiri. Jangan selalu menyalahkan pemimpin.
Beliau menambahkan bahwa makna hadis ini bisa dipahami dari sisi sebaliknya. Termasuk salah satu hadis yang dianggap jawami‘ul kalim—kalimat singkat dengan makna yang sangat luas.
Jika dibalik, pesannya menjadi: “Wahai para pemimpin! Kalian adalah cermin masyarakat kalian. Kalian diangkat untuk mencerminkan keadaan mereka. Maka, perhatikanlah aspirasi masyarakat yang kalian pimpin.”
