Skip to content

Penanganan Musibah Harus Disertai dengan Ibadah, Doa dan Hati yang Bersih

Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib mengajak para tokoh dan pemerintah untuk menangani musibah dengan tetap berdoa kepada Allah SWT.

FOTO Syekh Ahmad Ath-Thayyib
FOTO Syekh Ahmad Ath-Thayyib

Pada momen ini, Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengajak para tokoh dan pemerintah untuk menangani musibah dengan tetap berdoa kepada Allah dan beribadah padanya. Selain itu juga harus disertai dengan hati yang bersih agar tidak terjadi penyelewengan.

Transkrip terjemahan cuplikan pidato Syekh Ahmad Ath-Thayyib

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Saudara yang saya mulia Paus Fransiskus, Paus Vatikan.

Saudara-saudara yang mulia, tokoh agama, para hadirin.

Dengan adanya krisis iklim, virus korona dan ketakutan yang diderita, dan masih diderita, oleh para keluarga.

Dengan adanya krisis iklim ini, kami berharap seluruh dunia segera memohon pertolongan pada langit dan rahmat-Nya yang luas, yang mengabulkan doa orang-orang yang sedang terdesak dan menghilangkan kesedihan orang-orang yang menderita, di samping bergantung pada pabrik-pabrik obat, pengadaan vaksin dan serum pelindung dari musibah yang bahaya ini.

Hanya saja, politik global di hadapan musibah ini tidak menunjukkan akan kesadaran yang sebenarnya, akan keharusan untuk berlindung kepada Allah Ta'ala dengan shalat dan doa, yang memiliki peran penting dalam mengatur masyarakat dan dalam menghadapi bahaya yang tiba-tiba ini. Maka, produksi vaksin dan falsafah pendistribusiannya kepada orang yang berhak, keduanya tidak sesuai dengan tanggung jawab kemanusiaan.

Dan hasilnya, kematian merenggut 5 juta korban dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun. Sebagaimana kesalahan yang serius dalam sistem distribusi,
mengakibatkan terhalangnya satu benua, seluruhnya.

Dan kami tahu data terbaru menyebutkan bahwa prosentasi orang yang telah vaksin dari penduduk benua Afrika,benua emas dan logam mulia, saya ulangi, benua emas dan logam mulia, prosentase ini di Afrika hanya 2 sampai 3 persen dari total penduduk benua ini. Berbanding terbalik dengan benua lain. Setengah penduduknya atau 3/4 nya, telah mendapatkan hak hidupnya, sebab berlimpahnya vaksin ini.

Saudara-saudara, sesungguhnya krisis ini mengungkapkan kekurangan yang amat besar, dalam masalah kewajiban, hati dan tanggung jawab. Dunia kita sekarang sedang mengalaminya, terlepas dari usaha yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga keagamaan di dunia para tokohnya dan pemimpinnya, untuk menguatkan falsafah gotong royong dan saling berbuat baik antar sesama manusia dan mendahulukan kepentingan bersama ketimbang kepentingan sendiri.

Dan saya berpendapat bahwa seruan yang baru harus dapat mengetuk telinga masyarakat, agar dapat mengingatkan mereka pada Allah Ta'ala dan keharusan untuk kembali kepada-Nya, mendekat pada-Nya dan mencari rahmat-Nya dan berharap pada Allah agar menghilangkan musibah dan wabah yang menimpa para hamba-Nya. Dan tidak ada jalan atau perantara untuk hal tersebut melainkan dengan shalat dan doa dengan hati yang suci dan amal yang istiqomah.

Terima kasih atas perhatiannya. ~Wasssalamualaikum

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.

Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras bahasa: M Ali Arinal Haq

Latest