TAWAZUN.ID — Al-Azhar memperingati miladnya yang ke-1085 dengan serangkaian kegiatan yang tidak hanya menyoroti sejarah dan peranannya dalam dunia Islam, tetapi juga menampilkan komitmennya terhadap pengembangan sistem pendidikan Islam.
Pertumbuhan Riwaq Al-Azhar dan Penguatan Sistem Pendidikan
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdulmun’im Fuad, Pengawas Umum Ar-Riwaq Al-Azhari, mengungkapkan bahwa Riwaq Al-Azhar telah berkembang pesat, kini memiliki 1.249 cabang dan menaungi lebih dari 200 ribu pelajar. Sistem Riwaq ini, yang pada masa lalu berperan sebagai pusat pembelajaran bagi pelajar dan ulama dari berbagai negara, kini semakin diperkuat untuk menghadapi tantangan zaman.
Beliau menambahkan bahwa cabang Riwaq Al-Azhar kini telah dibuka di luar negeri untuk mengakomodasi komunitas diaspora Mesir, sejalan dengan visi Al-Azhar dalam menjaga kesinambungan keilmuan Islam di berbagai belahan dunia.
Pentingnya Al-Azhar dalam Dunia Pendidikan
Sekjen Akademi Riset Al-Azhar (Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah) dalam sambutannya menegaskan bahwa Al-Azhar memiliki peran yang tak tergantikan dalam dunia Islam. Beliau mengutip pernyataan Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami tentang keistimewaan Al-Azhar:
"Tidak ada satu pun tempat di muka bumi yang mengumpulkan para ulama dan orang-orang saleh, bersungguh-sungguh dalam menuntut, mempelajari, dan mengajarkan ilmu siang dan malam seperti Al-Azhar. Para ulama sepakat bahwa sejak zaman dahulu hingga kini, Al-Azhar tidak pernah kosong dari ilmu dan zikir, baik di siang maupun malam hari."
Beliau juga menyebut beberapa tokoh besar Al-Azhar dari masa ke masa, seperti Syekh Salim Al-Bisyri, Syekh Ibrahim As-Saqqa, dan Syekh Isa Al-Barrawi, yang telah berkontribusi besar dalam menjaga keilmuan Islam.
Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Daud, menyoroti bahwa Al-Azhar sejak lama menjadi pusat produksi ilmu dan pemikiran Islam. Beliau mengingatkan bahwa para pelajar yang dikirim oleh Muhammad Ali Pasha ke Eropa untuk menimba ilmu adalah murid-murid Al-Azhar, menunjukkan bagaimana lembaga ini telah lama menjadi penghubung antara keilmuan Islam dan peradaban global.
Beliau juga menegaskan bahwa Al-Azhar terus mendorong generasi mudanya untuk mempelajari biografi dan perjalanan hidup para ulama sebagai sumber inspirasi dalam menuntut ilmu dan berdakwah.
Al-Azhar sebagai Garda Depan Pendidikan dan Dakwah
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Abbas Syuman, Ketua Umum OIAA Pusat, menegaskan bahwa Al-Azhar bukan hanya pusat pendidikan Islam, tetapi juga pelindung bagi akidah dan pemikiran umat.
Beliau menyoroti bahwa Al-Azhar tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjaga Islam dari distorsi pemikiran. Menurutnya, lembaga ini telah lama menjadi benteng pertahanan dari pemikiran ekstrem yang mencoba mencemari Islam dengan tafsiran yang keliru.
“Al-Azhar adalah pelindung moderasi Islam,” tegasnya. “Dalam sejarahnya, Al-Azhar tidak pernah membiarkan penyimpangan ideologi berkembang tanpa perlawanan ilmiah.”
Sebagai bagian dari peringatan milad ini, para ulama Al-Azhar menegaskan kembali pentingnya pendidikan sebagai pilar utama dalam menjaga Islam tetap relevan di era modern.
Dengan komitmen terhadap pengembangan sistem pendidikan Islam, Al-Azhar terus mengukuhkan dirinya sebagai mercusuar ilmu, penjaga kemurnian ajaran Islam, serta garda depan dalam melawan pemikiran menyimpang dan tantangan zaman.
Perayaan Milad ke-1085 Al-Azhar
Peringatan milad ke-1085 Al-Azhar yang berlangsung di dalam Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Jumat, 7 Ramadan 1446 H (7 Maret 2025 M), menjadi momentum refleksi atas peran historis dan masa depan lembaga ini dalam dunia Islam. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, baik dari kalangan pemerintahan, ulama, maupun akademisi.
※ Sinergi Umara dan Ulama di Masa Pandemi
Turut hadir dalam perayaan ini Menteri Pemuda dan Olahraga Mesir Asyraf Shidqi, serta Gubernur Kairo Ibrahim Shabir, yang mewakili jajaran pemerintahan Mesir. Dari kalangan ulama, hadir Wakilul-Azhar Syekh Prof. Dr. Muhammad Abdurrahman Adh-Dhuwaini, Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat Prof. Dr. Abbas Syuman, serta Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Daud. Selain itu, peringatan ini juga dihadiri oleh Kepala Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Al-Azhar Prof. Dr. Aiman Abdulghani, serta Direktur Pusat Fatwa Al-Azhar Syekh Ismail Al-Hadidi, yang turut memberikan pandangan mengenai peran Al-Azhar dalam membentuk generasi penerus ulama.
Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Syekh Muhammad Salim Abu Suqqaf, yang mengawali perayaan dengan suasana penuh kekhusyukan. Kehadiran pelajar dari berbagai negara yang menimba ilmu di Al-Azhar semakin menegaskan bahwa lembaga ini tetap menjadi pusat keilmuan Islam yang mendunia.
Dengan peringatan ini, Al-Azhar kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan Islam tertua yang terus beradaptasi dengan tantangan zaman, menjaga keseimbangan antara tradisi dan pembaruan, serta berkontribusi dalam membentuk peradaban Islam yang kokoh dan moderat.
