Syekh Ali Jumu’ah menjelaskan pentingnya memilih pertemanan yang baik dalam kehidupan seorang mukmin.
Beliau mengutip firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar.” Ayat ini tidak menggunakan ungkapan “jadilah bagian dari orang-orang yang benar”, melainkan “bersama orang-orang yang benar.” Kata bersama menunjukkan makna pertemanan dan kebersamaan yang berpengaruh kuat.
Pertemanan, menurut beliau, memiliki dampak langsung pada hati. Lingkungan yang baik membuka jalan bagi cahaya zikir untuk masuk ke dalam hati seseorang. Sebaliknya, lingkungan yang buruk dapat mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari kebaikan.
“Lingkungan yang baik membuka jalan bagi cahaya zikir untuk masuk ke dalam hati seseorang.” - Syekh Ali Jumu’ah
Rasulullah SAW memberi perumpamaan yang sangat jelas tentang teman yang baik dan teman yang buruk. Teman yang baik seperti seorang tukang wewangian. Bisa jadi ia memberimu minyak wangi, atau setidaknya engkau mencium aroma harum darinya. Dalam setiap keadaan, engkau tetap mendapatkan kebaikan.
Adapun teman yang buruk diibaratkan seperti seorang pandai besi. Bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu hingga terbakar, atau paling tidak engkau mencium bau yang tidak sedap darinya. Dalam kedua kondisi itu, keburukan tetap akan memengaruhimu.
Dari perumpamaan ini, Syekh Ali Jumu’ah menegaskan bahwa pertemanan bukan perkara sepele. Bersama siapa seseorang berjalan, di situlah hatinya akan terbentuk. Karena itu, menjaga lingkungan dan memilih teman yang baik adalah bagian penting dari menjaga iman dan ketakwaan.
