Skip to content

Perspektif Baru dari Al-Kamil: Buku Prof. Muhammad Abu Musa di Pameran Buku Kairo 2025

Terbitan perdana Al-Maskut ‘Anhu Fi Kitab Al-Kamil karya Prof. Muhammad Abu Musa kini hadir. Buku ini menggali sisi tersembunyi karya Al-Mubarrid.

FOTO Sampul depan buku baru karya Prof. Dr. Muhammad Abu Musa, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar.
FOTO Sampul depan buku baru karya Prof. Dr. Muhammad Abu Musa, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar.

TAWAZUN.ID — Mahasiswa Al-Azhar memiliki kesempatan emas tahun ini untuk memperkaya koleksi kitab mereka di Pameran Buku Internasional Kairo 2025. Salah satu karya terbaru yang menarik perhatian adalah buku Al-Maskut ‘Anhu Fi Kitab Al-Kamil (Hal-Hal yang Tidak Diungkapkan dalam Kitab Al-Kamil) karya Prof. Dr. Muhammad Muhammad Abu Musa, seorang mahaguru ilmu balaghah di Al-Azhar.

Buku ini menawarkan perspektif baru dalam mengkaji karya klasik Al-Kamil oleh Al-Mubarrid, menjadikannya bacaan wajib bagi para peneliti dan pecinta turats Islam.

Al-Kamil: Mahakarya Kesusastraan Arab

Al-Kamil adalah karya monumental dari masa Abbasiyah yang ditulis oleh Syekh Al-Mubarrid, seorang pakar Bahasa Arab terkenal yang wafat pada tahun 285 H. Buku ini menjadi salah satu literatur utama dalam kesusastraan Arab, mengumpulkan berbagai bentuk sastra seperti syair, prosa, nasihat, khutbah, peribahasa Arab, hingga surat-menyurat.

Dalam tradisi kesusastraan Arab, Al-Kamil menempati posisi penting bersama tiga kitab besar lainnya:

  1. Adab Al-Katib karya Ibnu Qutaibah,
  2. Al-Bayan wa At-Tabyin karya Al-Jahizh,
  3. An-Nawadir karya Abu Ali Al-Qali.

Kitab-kitab ini menjadi pilar utama dalam teori dan prinsip sastra Arab klasik yang tetap relevan hingga saat ini.

Bahasa Arab

Kumpulan tulisan terkait bahasa Arab dan khazanah ilmunya bisa teman-teman temukan

di sini

Al-Maskut 'Anhu Fi Kitab Al-Kamil: Perspektif Baru dari Prof. Dr. Abu Musa

Dalam karyanya, Prof. Dr. Muhammad Abu Musa menggali hal-hal yang tidak diungkap secara eksplisit oleh Al-Mubarrid dalam Al-Kamil. Menurut beliau, bagian yang tidak disebutkan secara eksplisit seringkali lebih luas dan kaya daripada yang dijelaskan langsung. Hal ini menunjukkan kedalaman pemikiran Al-Mubarrid yang membuka ruang bagi interpretasi baru.

Dalam mukadimah bukunya, Prof. Dr. Muhammad Abu Musa menulis:

"Pensyarah sejati adalah mereka yang menambahkan hal-hal baru tanpa keluar dari ruang lingkup karya yang dijelaskan. Berhenti pada penjelasan maksud penulis adalah langkah awal, tetapi menambahkan hal-hal baru dari pemikiran yang muncul merupakan langkah lanjutan yang mendorong perkembangan ilmu.

Berhenti pada langkah pertama yaitu menyatakan maksud penulis saja adalah pekerjaan yang baik, tetapi hanya sebatas diam di tempat."

Relevansi untuk Masa Kini

Buku ini tidak hanya menjadi kontribusi ilmiah dalam kajian turats, tetapi juga panduan bagi generasi baru untuk memahami warisan keilmuan dengan bahasa yang relevan. Prof. Dr. Muhammad Abu Musa menekankan pentingnya menyampaikan warisan budaya dalam bahasa yang dimengerti oleh generasi muda, sehingga mereka dapat menginternalisasi nilai-nilainya.

Beliau juga menyoroti perhatian Al-Mubarrid terhadap puisi para penyair muhdatsin — puisi-puisi dari masa Abbasiyah awal dan setelahnya — sebagai bukti bahwa kualitas sastra tidak dibatasi oleh era pembuatannya. Pesan penting ini relevan bagi pembaca modern:

"Setiap zaman memiliki bahasanya sendiri. Bicaralah kepada generasi baru tentang ilmu pengetahuan umat dengan bahasa zaman mereka. Warisan budaya bukan hanya soal bahasa, tetapi substansi yang diekspresikan melalui bahasa tersebut.

Sampaikanlah warisan itu kepada generasi kalian dengan bahasa kalian sendiri. Dengan begitu, warisan tersebut akan lebih terjaga, dan bahasa kalian akan membantu generasi muda untuk memahami, mencerna, serta menginternalisasinya (memahami secara mendalam hingga menjadi bagian dari pola pikir dan tindakan mereka)."

Penerbitan dan Tujuan Buku

Buku ini merupakan edisi pertama yang diterbitkan oleh Sekretariat Umum Dewan Ulama Senior Al-Azhar pada tahun 2025, dengan total 120 halaman. Buku ini dilengkapi dengan pengantar dari Sekretariat Umum Dewan Ulama Senior Al-Azhar, biografi singkat Prof. Dr. Muhammad Abu Musa, serta biografi Al-Mubarrid (w. 285 H) dan pengenalan tentang kitab Al-Kamil sebagai objek studi.

Pameran Buku Internasional Kairo 2025 menjadi momen istimewa, di mana Al-Azhar ikut serta untuk tahun kesembilan berturut-turut dengan stan khusus di Aula Turats nomor 4. Stan ini mencakup area seluas 1.000 meter persegi dan menawarkan berbagai fasilitas, termasuk ruang seminar, sudut fatwa, sudut kaligrafi Arab, serta area untuk anak-anak dan manuskrip. Partisipasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab Al-Azhar dalam menyebarkan pemikiran Islam moderat yang telah dipegang selama lebih dari seribu tahun.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan buku ini dan berbagai karya lainnya di Pameran Buku Internasional Kairo 2025, yang berlangsung mulai Kamis, 23 Januari hingga Rabu, 5 Februari 2025.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID

Latest