TAWAZUN.ID — Setelah setahun lamanya dipersiapkan, mushaf Al-Quran dengan huruf Braille cetakan Al-Azhar akhirnya sampai pada versi awalnya. Al-Azhar Asy-Syarif memajang versi rintisan ini di area stan Al-Azhar di Gedung 4 pada ajang tahunan bazar buku Cairo International Book Fair 53rd di bilangan At-Tajammu’ Al-Khamis, Kairo, Mesir. Bazar buku raksasa ini sedianya berlangsung dari 26 Januari 2022 hingga 7 Februari 2022.

Sebagaimana dilansir media lokal Elwatannews, Al-Azhar memamerkan mushaf Al-Quran yang masih versi pilot ini demi menjaring masukan para pengunjung bazar buku. Penanggung jawab Percetakan Al-Azhar, Wail Syauman menyatakan bahwa ide penyusunan mushaf untuk penyandang tunanetra ini mulai dikerjakan setelah mendapat izin Sekjen Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah Syekh Nazhir ‘Ayyad dan juga Syekhul-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib.
“Ini untuk pertama kalinya kami menggarap proyek pencetakan mushaf Braille untuk tunanetra. (Bukan hanya untuk disabilitas), kami juga menyertakan penulisan ayat sebagaimana lazimnya agar saudara yang berpenglihatan dapat ikut membaca bersamanya. Ia (tunanetra) meraba dengan jarinya sementara saudaranya membacakannya.”, tutur Wail.

Mushaf Al-Quran ini, sesuai penuturan Wail, berkualitas bagus dengan kertas tebal pilihan. Tak hanya itu, dalam pengerjaannya, tim juga mengikutsertakan pendapat para penyandang tunanetra. Hal ini tak lain agar hasil akhirnya nanti mampu maksimal sebelum dibagikan sebanyak mungkin dan gratis.
“Kami sediakan (formulir dan jajak pendapat) demikian dari para pengunjung dan penyandang tunantera, jika mereka suka, maka akan kami cetak lebih banyak naskah lagi dan membagikannya di bulan Ramadan. Kita akan lihat nanti dan dengar pendapat mereka dahulu.”
Wail Syauman juga menyatakan bahwa mencetak mushaf yang didesain khusus seperti ini tidaklah mudah pada awalnya. Penyediaan alat khusus untuk mencetak Braille salah satunya. Al-Azhar akhirnya membelikan alat percetakan khusus ini. “(Mereka para pimpinan Al-Azhar memutuskan untuk) membelikan kami versi cetakan terbaru dan kami kerjakan. Atas kuasa Allah, keluarlah sebagaimana produk dengan capaian terbaru ini.”

Al-Quran dengan huruf Braille cetakan Al-Azhar ini dibagi dalam 6 jilid. Ukuran fisiknya juga lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran umumnya mushaf. Sesuai dengan konsep kebersamaan dan saling membantu yang diusung, mushaf ini bukanlah murni dengan huruf Braille, melainkan juga disertakan teks tertulis di bagian tengah. Dalam wawancara itu, Wail juga menegaskan bahwa Percetakan Al-Azhar (Mathabi’ Al-Azhar) adalah percetakan terbesar kedua se-Mesir dan dilengkapi dengan teknologi serta hasil cetakan yang berkualitas. Selain itu, percetakan ini juga mampu mencetak produk dalam jumlah banyak.

Program mencetak mushaf Braille bukanlah ide satu-satunya yang diusung Al-Azhar untuk membantu para penyandang tunanetra. Terdapat program lain pula yang sedang terus dikembangkan, yakni gawai tablet yang diperuntukkan untuk tunanetra. Sebagaimana penuturan penanggung jawab Percetakan Al-Azhar, demi membantu para pemuda berkebutuhan khusus, utamanya tunanetra, Al-Azhar terus mencari inovasi supaya mereka mendapat kemudahan dalam mencari ilmu dan menjalani hidup sehari-sehari. (hid)
