Prof. Rif’at Al-‘Awadhi Wafat: Dunia Islam Kehilangan Perintis Ekonomi Islam

TAWAZUN.ID — Al-Azhar dan dunia Islam hari ini berduka atas wafatnya Prof. Dr. Rif’at As-Sayyid Al-‘Awwadhi, pelopor ilmu ekonomi Islam dan anggota Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah (Akademi Riset Islam) Al-Azhar. Ulama yang telah mengabdikan hidupnya lebih dari enam dekade ini wafat pada Sabtu pagi, 12 Juli 2025, dalam usia 87 tahun.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Al-Azhar melalui laman resminya, Imam Akbar Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengenang almarhum sebagai sosok yang mengabdikan diri untuk ilmu dan pendidikan, khususnya di bidang ekonomi Islam. “Beliau merupakan contoh teladan dalam memadukan spesialisasi akademik dengan kajian syariah,” ungkap Syekhul-Azhar dalam takziyah resminya.

Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah juga menyampaikan belasungkawa mendalam, dan menyebut almarhum guru besar ekonomi itu sebagai salah satu tokoh yang berjasa memperkaya literatur Islam melalui gagasan dan penelitian di bidang ekonomi Islam. “Beliau adalah figur ilmuwan yang memadukan kedalaman akademik dengan keluasan produksi keilmuan,” tulis lembaga itu dalam pernyataan duka yang dirilis secara terpisah.

Awal Karier Seorang Perintis

Prof. Rif’at Al-‘Awadhi lahir pada tahun 1938 di salah satu desa di Kafr Asy-Syaikh, Delta Mesir. Ia tumbuh dalam tradisi keilmuan Azhar, menghafal Al-Quran sejak kecil, dan menempuh pendidikan di Al-Azhar hingga lulus dari Tsanawiyah Azhariyyah pada 1961. Ketika Universitas Al-Azhar membuka program studi ekonomi modern, ia termasuk dalam angkatan pertama yang diterima.

Pada tahun 1972, ia mencatat sejarah sebagai orang pertama yang meraih gelar magister dalam ekonomi Islam di dunia Islam, dengan tesis berjudul Nazhariyyah At-Tauzi’ fi Al-Iqtishad Al-Islami. Tesis tersebut diterbitkan oleh Majma’ Al-Buhuts dan menjadi karya perintis dalam pengembangan disiplin ekonomi Islam yang saat itu masih baru.

Setelah meraih gelar doktor dengan disertasi bertema "perencanaan dalam ekonomi Islam", ia diangkat menjadi dosen tetap dan kemudian menjabat sebagai ketua jurusan ekonomi di Fakultas Perdagangan Universitas Al-Azhar. Ia juga pernah menjadi profesor tamu di Universitas Qatar dan Universitas Ummul Qura, serta mengajar di berbagai institusi pendidikan tinggi Islam di Mesir dan luar negeri.

Resensi

Kumpulan ulasan buku dan kitab menarik dapat teman-teman baca

di sini

Karya-Karya dan Pemikiran

Prof. Rif’at dikenal sebagai akademisi produktif yang menulis sejumlah buku rujukan, di antaranya An-Nizham Al-Iqtishadi Al-Islami (1996), Al-Muslimun wa Al-‘Aulamah (2001), Nizham Al-Mali fi Al-Islam, Adh-Dharibah fi Al-Islam, Manhaj Al-Iddikhar wa Al-Istitsmar, dan puluhan karya lainnya. Ia juga dikenal sebagai penulis pertama yang mengkaji istilah-istilah ekonomi dalam Al-Quran dan sunnah.

Selain menjadi penulis risalah magister pertama dalam bidang ekonomi Islam, Prof. Rif’at Al-‘Awadhi juga merupakan penyusun Ensiklopedia Ekonomi Islam dalam Perbankan, Uang, dan Pasar Keuangan (Mawsū’ah Al-Iqtishād Al-Islāmī fī Al-Mashārif wa An-Nuqūd wa Al-Aswāq Al-Māliyyah) yang terdiri dari 13 jilid. Karya ini menjadi tonggak penting dalam bidang ekonomi Islam modern dan memperkuat warisannya sebagai salah satu perintis paling produktif dan otoritatif dalam disiplin ini.

Sejak awal 2000-an, perhatiannya meluas ke bidang i’jaz ilmi (keajaiban ilmiah dalam Al-Quran), khususnya pada aspek sosial dan ekonomi. Ia menulis sejumlah karya penting seperti Al-I’jaz At-Tasyri’i fi Az-Zakah, I’jaz Al-Mirats, dan At-Tawāzun Al-Kullī wa Hifzh Al-Bī’ah fi Al-Islam, serta mempresentasikan makalah-makalahnya di berbagai konferensi internasional, termasuk di Dubai dan Pakistan.

Menurut pengakuannya dalam wawancara terakhir pada 2024, ia tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun dan mendorong kemandirian intelektual dalam dunia pemikiran Islam.

Warisan Ilmu dan Keteladanan

Salah satu kolega dan muridnya, Prof. Muhammad As-Sayyid Muhammad Barth—mantan Dekan Fakultas Perdagangan Universitas Al-Azhar—mengungkapkan bahwa Prof. Rif’at “tidak pernah berhenti menulis dan berdiskusi hingga detik-detik terakhir hidupnya.”

“Ia bukan hanya ilmuwan besar yang membangun sistem akademik ekonomi Islam dengan fondasi fikih yang kokoh, tapi juga pribadi yang bersahaja, dermawan dalam ilmu, dan memiliki akhlak yang luhur,” tambahnya dalam wawancara khusus dengan Al Jazeera Arabic.

Tawazun ID merujuk pada siaran resmi Al-Azhar dan Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah, serta laporan dari Al Jazeera Arabic (12/07/2025) yang memuat riwayat hidup, wawancara, dan testimoni para kolega almarhum.

Semoga Allah SWT menerima amal kebaikannya, melimpahkan rahmat atas ilmunya, dan menempatkannya dalam surga tertinggi bersama para ulama yang shalih. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID