Islam memberikan perhatian khusus kepada pemeluknya agar hati mereka selalu mendekat kepada Allah SWT. Beragam sebab dan cara disuguhkan untuk merealisasikan hal ini. Di antara sebab dan wasilah tersebut adalah anjuran untuk menggapai karunia dan anugerah Allah SWT pada waktu dan tempat tertentu. Malam Nishfu Sya’ban merupakan salah satu waktu yang dianjurkan untuk menggapai dan meraih hal tersebut.
Malam Nishfu Sya’ban merupakan waktu yang istimewa. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran dan banyak hadis. Di malam tersebut, Allah SWT memberi ampunan kepada orang yang meminta ampunan, mengabulkan doa orang yang berdoa, dan mencukupi kebutuhan orang yang memintanya.
Kabar gembira dan tuntunan mengenai malam berkah yang dijelaskan dalam Al-Quran dan sunnah diteruskan oleh para ulama. Mereka menyebarkan pesan ini lewat lisan dan tulisan sehingga seluruh umat Islam dapat meraih nafahat (anugerah) yang tersimpan di waktu yang sangat mulia ini.
Ulama Al-Azhar sangat antusias dalam urusan ini. Banyak di antara mereka yang memiliki karya khusus tentang keutamaan Malam Nishfu Sya’ban dan amalan yang seyogianya dijalankan. Di bawah ini adalah sebagian daftar karya ulama Al-Azhar yang khusus membahas tema di atas:
1- Dhau' Al-Badr fi Ihya' Lailah ‘Arafah wa Al-‘Idain wa An-Nishf min Sya’ban wa Lailah Al-Qadr
Kitab ini merupakan karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi (w. 911 H), seorang mujaddid abad ke-10 H dan teman seperguruan Syekhul-Islam Zakariyya Al-Anshari. Karya ini telah diterbitkan di Universitas Baghdad dan ditahkik oleh Dr. Muhyi Hilal As-Sarhan.
2- Nubdzah fi Fadhail An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Abu Al-Hasan Ali bin Muhammad Al-Bakri (w. 952 H), murid dari Syekhul-Islam Zakariyya Al-Anshari (w. 926 H) dan Syekh Kamaluddin Ibnu Abi Syarif (w. 906 H). Manuskripnya tersimpan di Perpustakaan Umum Al-Azhar nomor 1337 Fadhail.
3- Al-Idhah wa Al-Bayan li Ma Ja'a fi Lailatay Ar-Ragha'ib wa An-Nishf min Sya’ban
Ditulis oleh Syekh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), murid dari Syekhul-Islam Zakariyya Al-Anshari dan Syekh Abu Al-Hasan Al-Bakri. Kitab ini telah diterbitkan oleh Dar Ar-Raudhah li Ad-Dirasat Al-Insaniyyah, Kairo.
4- Mawahib Al-Karim Al-Mannan fi Fadha'il Lailah An-Nishf min Sya’ban
Karya Syekh Najmuddin Al-Ghaithi (w. 982 H), murid dari Syekhul-Islam Zakariyya Al-Anshari dan Syekh Abu Al-Hasan Al-Bakri. Kitab ini telah diterbitkan oleh Kasyidah, Kairo, dan Dar Ash-Shalih, Kairo.
5- Faidh Al-Mannan fi Syarh Fadhl Lailah An-Nishf Min Sya’ban
Penulisnya adalah Syekh Abu As-Surur Al-Bakri (w. 1006 H). Beliau merupakan cucu dari Syekh Abu Al-Hasan Al-Bakri yang telah disebutkan di atas dan merupakan murid dari Syekh Syamsuddin Ar-Ramli (w. 1004 H). Kitab ini merupakan syarah dari ringkasan kitab karya kakeknya yang berjudul An-Nubdzah yang telah disebutkan pada nomor 2 di atas. Kitab ini masih berupa manuskrip dan tersimpan di Perpustakaan Universitas Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi.
6- Risalah Al-Kasyf wa Al-Bayan ‘an Fadha'il Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini dikarang oleh Syekh Salim bin Muhammad As-Sanhuri (w. 1015 H), murid Syekh Najmuddin Al-Ghaiti. Karya ini telah diterbitkan oleh Dar Jawami’i Al-Kalim, Kairo, dan ditahkik oleh Syekh Shalih Al-Ja’fari.
7- Tuhfah Al-Yaqzhan fi Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Manshur Ath-Thablawi (w. 1014 H), teman seperguruan Syekh Abu As-Surur Al-Bakri, karena sama-sama murid dari Syekh Syamsuddin Ar-Ramli dan Syekh Ibnu Qasim Al-‘Abbadi (w. 994 H). Kitab ini masih berupa manuskrip dan tersimpan di Perpustakaan Universitas Al-Malik Su’ud nomor (1627/218).
8- Syarh Al-Munawi ‘ala Risalah Abi Al-Hasan Al-Bakri fi Fadha'il Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Abdurrauf Al-Munawi (w. 1031 H). Beliau merupakan murid dari Syekh Syamsuddin Ar-Ramli, Syekh Najmuddin Al-Ghaithi, dan Syekh Abdulwahhab Asy-Sya’rani. Karya ini merupakan kitab syarah atas risalah karya Syekh Abu Al-Hasan Al-Bakri yang telah disebutkan di atas. Kitab ini masih berupa manuskrip dan tersimpan di Perpustakaan Umum Al-Azhar nomor (1337) Adab Fadhail (41477) Zaki.
9- An-Nikat Al-Hisan ‘ala Ma Katabahu An-Najm Al-Ghaithi ‘ala Awa'il Surah Ad-Dukhan wa Lailah An-Nishf min Sya’ban
Karya ini ditulis oleh Syekh Nuruddin Ali Al-Halabi (w. 1044 H). Beliau merupakan murid dari Syekh Syamsuddin Ar-Ramli dan Syekh Ali Az-Zayyadi. Beliau juga merupakan guru utama Syekh Syihabuddin Al-Qalyubi. Karya ini merupakan syarah dari risalah karya Syekh Najmuddin Al-Ghaithi yang telah disebutkan sebelumnya. Kitab ini masih berupa manuskrip dan tersimpan di Perpustakaan Umum Al-Azhar.
10- Hidayah Al-Mannan fi Fadha'il Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini merupakan karya Syekh Ali Al-Ujhuri (w. 1066 H). Beliau merupakan murid dari Syekh Salim As-Sanhuri dan guru dari Syekhul-Azhar Muhammad Al-Kharasyi (w. 1101 H) dan Syekh Syamsuddin Al-Babili (w. 1078 H). Kitab ini masih berupa manuskrip dan tersimpan di beberapa perpustakaan, di antaranya adalah Perpustakaan Umum Al-Azhar dengan nomor (1429) 43031, (183 Majami’) 4490.
11- Al-Fara'id wa Al-Ghara'ib Al-Hisan fi Fadhilah Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini merupakan anggitan Syekh Syihabuddin Al-Qalyubi (w. 1069 H). Beliau merupakan murid dari Syekh Syamsuddin Ar-Ramli dan Syekh Nuruddin Al-Halabi serta guru dari Syekhul-Azhar Ibrahim Al-Birmawi (w. 1106 H). Kitab ini masih berupa manuskrip dan naskah aslinya tersimpan di Perpustakaan Al-Baladiyyah Aleksandria, Mesir.
12- Fadha'il Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Hasan Al-Madabighi (w. 1170 H). Beliau merupakan murid dari Syekh Manshur Ath-Thukhi (w. 1090 H) yang merupakan murid dari Syekh Syihabuddin Al-Qalyubi, Syekh Syamsuddin Al-Babili, Syekh Sulthan Al-Mazzahi, Syekh Syamsuddin Asy-Syaubari, dan Syekh Ali Asy-Syubramillisi. Kitab karya Syekh Al-Madabighi ini masih berupa manuskrip. Sekarang manuskrip ini tersimpan di Perpustakaan umum Al-Azhar dengan nomor 1856 Adab wa Fadhail (53391).
13- Risalah Al-‘Amrusi fi Fadha'il Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini dianggit oleh Syekh Ali Al-‘Amrusi (w. 1173 H). Beliau merupakan murid dari Syekh Muhammad As-Salamuni yang merupakan murid dari Syekhul-Azhar Muhammad Al-Kharasyi. Kitab ini sudah diterbitkan oleh Penerbit Dar Ash-Shalih, Kairo.
14- Ad-Durr Al-‘Ali Asy-Sya'n ‘ala Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Ahmad As-Suhaimi (w. 1178 H). Beliau merupakan murid dari Syekhul-Azhar Abdullah Asy-Syubrawi, Syekhul-Azhar Ahmad Ad-Damanhuri, Syekh Ahmad Al-Mallawi dan Syekh Ahmad Al-Jauhari. Karya ini telah diterbitkan oleh Majma’Al-Buhuts Al-Islamiyyah, Al-Azhar, sebagai hadiah Majalah Al-Azhar edisi Sya’ban 1446 H.
Selain menulis kitab ini, Syekh Ahmad As-Suhaimi juga menulis karya lain dengan tema yang mirip. Karya tersebut berjudul Al-Fawa'id As-Suhaimiyyah bi Ma Yata’allaq bi Al-Fadha'il As-Saniyyah. Melihat judulnya, karya kedua ini cakupannya sepertinya lebih luas, sebab membahas keutamaan yang ada dalam sepanjang tahun.
15- Husn Al-Inabah fi Ihya' Lailah Al-Ijabah
Kitab ini ditulis oleh Syekhul-Azhar Ahmad Ad-Damanhuri (w. 1192 H). Karya ini telah diterbitkan oleh Penerbit Dar Al-Ihsan, Kairo, bersama tiga kitab dengan judul lain.
16- Fadhl Lailah An-Nishf min Sya’ban atau Fath Al-Mannan bi Fadha'il Al-Nishf min Sya’ban
Kitab ditulis oleh Syekh Ibrahim As-Saqqa (w. 1298 H). Beliau merupakan murid dari Syekhul-Azhar Ibrahim Al-Bajuri dan Syekh Tsu’ailib Al-Fasyni. Keduanya adalah murid dari Syekh Dawud Al-Qal’i yang merupakan murid dari Syekh Ahmad As-Suhaimi di atas. Kitab ini masih berupa manuskrip dan tersimpan di Perpustakaan Umum Al-Azhar dengan nomor (1090) Majami’ (28830) As-Saqqa.
17- Fadhl Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Muhammad bin Ali Al-Basyuni Al-Bibani (w. 1310 H). Beliau merupakan murid dari Syekhul-Azhar Salim Al-Bisyri.
18- Risalah Makhluf fi Awwal Surah Ad-Dukhan wa Fadha'il Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Muhammad Makhluf Al-‘Adawi Al-Maliki (w. 1355 H). Beliau merupakan murid dari Syekhul-Azhar Ibrahim Al-Bajuri dan merupakan salah satu anggota Haiah Kibar Al-‘Ulama angkatan pertama. Kitab ini sudah pernah diterbitkan oleh Penerbit Musthafa Al-Babi Al-Halabi, Kairo, Mesir, dengan pengantar dari putranya, Syekh Hasanain Muhammad Makhluf.
19- Al-Kalimat Al-Hisan fi Fadha'il Lailah Nishf Sya’ban wa Tafsir Awa'il Surah Ad-Dukhan
Kitab ini merupakan karya Syekh Hasanain Makhluf (w. 1410 H/1990 M). Beliau merupakan putra dari Syekh Muhammad Makhluf dan beliau pernah menjabat sebagai Mufti Agung Mesir. Kitab ini diterbitkan oleh penerbit Mushthafa Al-Babi Al-Halabi, Kairo, Mesir.
20- Hidayah Ar-Rahman Li Ma Tsabata fi Ad-Du’a' Al-Musta’mal fi Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Muhammad Habibullah Asy-Syinqithi (w. 1363 H). Beliau merupakan salah satu dosen di Universitas Al-Azhar dan merupakan guru Syekh Shalih Al-Ja’fari. Kitab ini telah diterbitkan oleh Penerbit Dar Ash-Shalih, Kairo.
21- Husn Al-Bayan fi Lailah An-Nishf min Sya’ban
Kitab ini ditulis oleh Syekh Abdullah bin Shiddiq Al-Ghumari (1413 H), murid Syekh Abdulmutta’al Ash-Sha’idi dan guru dari segenap ulama Al-Azhar masa kini, seperti Syekh Ali Jumu’ah dan Syekh Mushthafa Abu ‘Imarah. Kitab ini telah diterbitkan oleh Dar Ash-Shalih, Kairo.
Melihat daftar kitab di atas, kita menjadi tahu bahwa ulama Al-Azhar senantiasa memberikan perhatian khusus terhadap Malam Nishfu Sya’ban. Mulai dari abad ke-10 hingga ke-15 H, karya mereka hampir tidak pernah putus dari generasi ke generasi berikutnya. Ini tentu menjadi harapan para penulis agar seluruh umat Islam mendapatkan kebaikan dan keberkahan dalam hidupnya, terutama meraih keberuntungan yang ada dalam malam berkah di bulan ini.
Secara umum, kitab-kitab di atas dibuka dengan penafsiran ayat-ayat pertama Surah Ad-Dukhan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan keutamaan dan keistimewaan Nishfu Sya’ban. Setelah itu ditutup dengan menyebutkan tuntunan dan amalan yang seyogianya dilakukan di malam berkah ini.
Semoga dengan penyebutan daftar kitab di atas, akan ada banyak hati yang tergerak untuk membacanya. Sehingga kebaikan-kebaikan yang dikandungnya bisa tersalur lebih luas dan mampu menjangkau setiap muslim. Pada akhirnya, mereka bisa menggapai anugerah ilahi yang mengantarkan setiap hamba menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.
