TAWAZUN.ID — Di bawah arahan Syekhul-Azhar, konvoi lembaga Bait Zakat dan Sedekah Al-Azhar ke-9 tiba di Jalur Gaza dengan membawa sekitar 200 truk besar yang mengangkut ribuan ton makanan, tenda siap pakai, dan perbekalan hidup untuk saudara-saudara kita di Palestina. Selain truk dari Al-Azhar, ratusan kendaraan besar lainnya turut bergabung dalam misi kemanusiaan ini untuk memasuki tanah Palestina. Seluruh pengiriman ini merupakan bagian dari kampanye internasional yang diluncurkan oleh Syekhul-Azhar bertajuk “Bantu Gaza” dengan slogan “Berjuanglah dengan hartamu dan dukunglah Palestina.”
Pasca berlakunya gencatan senjata, ribuan truk bantuan kemanusiaan telah memasuki Jalur Gaza melalui Perlintasan Rafah. Berdasarkan laporan stasiun berita TV Al-Qahera News, konvoi yang terdiri dari 174 truk, termasuk 14 truk pengangkut bahan bakar, dikirim pada Rabu, hari keempat setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan. Total bantuan yang telah masuk melalui perlintasan tersebut sejak awal gencatan senjata mencapai sekitar 2.400 truk, menunjukkan besarnya dukungan internasional terhadap warga Gaza. Perlintasan Rafah menjadi jalur utama untuk masuknya bantuan internasional ke Gaza. Sebelumnya, Israel menguasai sisi Palestina dari perlintasan ini sejak Mei 2024 dan baru membukanya kembali berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.
Selain kontribusi dari Universitas Al-Azhar, pemerintah Republik Arab Mesir juga mengerahkan puluhan alat berat untuk memperbaiki jalan di sekitar perlintasan Rafah. Langkah ini bertujuan mempermudah pengiriman bantuan serta evakuasi warga Palestina yang terluka dari Gaza ke wilayah Mesir.
"Bantuan kemanusiaan terus mengalir ke Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya mendukung para penyintas," ujar kantor kemanusiaan PBB dalam pernyataannya.
Untuk diketahui, gencatan senjata tahap awal selama 42 hari antara Israel dan Hamas bertujuan memungkinkan peningkatan pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan di Gaza setelah 15 bulan konflik. Dalam perjanjian tersebut, Israel dan Hamas sepakat mengizinkan sekitar 600 truk bantuan masuk ke Gaza setiap harinya.
