TAWAZUN.ID — Tepat hari Sabtu (21/01/2023) kemarin, Masjid Al-Azhar menyelenggarakan Forum Anak Ke-7 (Multaqa Ath-Thifl As-Sabi'). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Anak yang Berbudi, Bersih, dan Fasih” itu terselenggara di bawah pengawasan langsung Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, Syekhul-Azhar, serta arahan dari Prof. Dr. Muhammad Adh-Dhuwaini, Wakilul-Azhar. Pada pertemuan yang dihadiri anak-anak dan para orang tua ini, fokus pembicaraan dibagi menjadi 2 bagian: etika dalam menggunakan ponsel dan kefasihan membaca Al-Quran.
Tema pertama dibicarakan langsung oleh Syekh Muhammad Abdulkhaliq. Fokus yang beliau angkat dari pembicaraan tersebut adalah etika pemakaian gadget, khususnya ponsel pintar bagi anak-anak.




Dengan lebih berfokus pada audiens anak-anak, Syekh Muhammad Abdulkhaliq menjelaskan pentingnya etika anak saat berkomunikasi via telepon. Hendaknya ia memulai percakapan dengan salam pembuka Assalamualaikum begitu pun saat menutupnya. "Sebab salam adalah salah satu syiar agama kita, Islam.", tegasnya.
Syekh Muhammad Abdulkhaliq yang merupakan peneliti di Al-Azhar itu juga menekankan bahwa handphone harus betul-betul diisi dengan konten yang bermanfaat, baik dalam hal yang didengar seperti musik maupun yang dilihat semisal video dan foto. Seorang anak juga perlu bertanya kepada kedua orang tua terlebih dahulu sebelum mengisi atau mengakses konten apapun dalam ponselnya.
Terlebih lagi terkait etika saat hendak masuk masjid. Seorang anak wajib mematikan sementara ponselnya agar tidak mengganggu para jamaah lainnya yang sedang salat dan beribadah. Lebih-lebih sampai membatalkan dan mengganggu kekhusyukan salat mereka. Sebab salat adalah ibadah yang wajib diagungkan.
Selain soal penggunaan handphone, Syekh Muhammad Abdulkhaliq juga memungkas pembicaraan tentang pentingnya waktu. "Jangan sampai handphone itu menguras waktu kita sehingga waktu kita habis olehnya. Maka penting kemudian untuk mengatur penggunaannya. Sebab waktu itu hakikatnya adalah kehidupan kita sendiri. Bahkan karena begitu agungnya waktu, Allah bersumpah menggunakannya di dalam Al-Quran."
Al-Quran
Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan
di siniTema lain yang juga dibahas dalam forum ini adalah mengenai kefasihan anak membaca Al-Quran. Tema ini disampaikan oleh Dr. Mahmud Abu Al-Ala, Koordinator Cabang Riwaq Al-Azhar bagian Ilmu-ilmu Agama dan Bahasa Arab. Beliau fokus membahas “tanwin” dalam pelafalan maupun penulisannya serta definisinya. Tema ini penting sebagai bentuk konsistensi peran Al-Azhar dalam mengembangkan kemampuan menulis dan membaca pada anak-anak.
Ia menjelaskan secara detail bahwa nun sukun yang berada di akhir kalimat isim itu tetap dibaca walau tidak ditulis. Tanwin itu sendiri dibagi menjadi tiga macam: 1) tanwin fathah, 2) tanwin dhammah, 3) tanwin kasrah. Pun juga antara tanwin dan nun perlu dibedakan. Beliau menambahi bahwa kalimat isim yang terdapat alif lam di awalnya itu tidak bisa menerima tanwin. Kemudian, apabila menulis lafal dengan huruf hijaiyah berakhiran tanwin fathah, maka wajib menambahkan alif di akhirnya. Hal ini kecuali pada kalimat berikut: isim yang berakhiran ta’ marbuthah, isim yang berakhiran alif maqshurah, dan isim yang berakhiran hamzah tetapi didahului alif sebelumnya.

Sepanjang kegiatan seminar tersebut, Dr. Mahmud Abu Al-Ala memakai metode diskusi dan tanya jawab terbuka agar memotivasi anak-anak yang hadir untuk berperan aktif.
Rangkaian kegiatan forum anak tersebut juga bekerjasama dengan Biro Al-Azhar bagian Penguatan Kreativitas dan Produktivitas. Kegiatan dari biro Al-Azhar tersebut dimulai dengan mendengar lantunan ayat suci dari qari cilik, Ahmad Karim Buhairi. Lalu terdapat pula kegiatan lain seperti pembacaan pujian Kanjeng Nabi Muhammad SAW, serta lagu-lagu islami dari sosok munsyid kecil berbakat, Ismail Hamid Abdulaziz.

Di tengah semarak kegiatan ini, Dr. Hani Audah, Direktur Umum Masjid Al-Azhar menjelaskan bahwa seminar bertemakan “Anak yang Berbudi, Bersih, dan Fasih” ini akan diadakan pada Sabtu setiap pekan di Masjid Al-Azhar. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga akan dijadwalkan terselenggara di berbagai provinsi di luar Kairo. Hal itu dalam rangka memperluas pendidikan anak berdasarkan ajaran yang benar dan pemahaman yang mendalam terhadap asas agama kita yang lurus. (lhr)
