TAWAZUN.ID — Imam Akbar Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, pada Senin (22/09/2025) menerima kunjungan Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam beserta istri, Jane Yumiko Ittogi, di Masyakhah Al-Azhar, Kairo. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama ilmiah dan dakwah antara kedua pihak.
Syekhul-Azhar menyambut hangat Presiden Singapura dan menilai negaranya sebagai model kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Ia menegaskan hubungan historis yang erat antara Al-Azhar dan Singapura, terutama melalui peran mahasiswa asal Singapura yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar.
Al-Azhar, kata Imam Akbar, siap menambah kuota beasiswa bagi pelajar Singapura, menerima imam-imam muda untuk dilatih di Akademi Al-Azhar Internasional untuk Pelatihan Imam dan Dai, serta mendirikan pusat pembelajaran bahasa Arab di Singapura.



Presiden Tharman menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan Al-Azhar. Ia menekankan bahwa hubungan kedua belah pihak telah terjalin bahkan sebelum Singapura meraih kemerdekaan pada 1965. Menurutnya, alumni Al-Azhar berperan besar dalam membangun harmoni sosial, dialog antaragama, dan penguatan ilmu Islam di negaranya.
Dalam pertemuan itu, Syekhul-Azhar dan Presiden Singapura juga membahas situasi kemanusiaan di Gaza. Keduanya menegaskan pentingnya tekanan global demi menghentikan serangan terhadap warga sipil Palestina. Imam Akbar memuji langkah pengakuan terhadap negara Palestina sebagai sinyal melemahnya dukungan dunia terhadap pendudukan Israel.
Selain itu, dibahas pula rencana partisipasi Singapura dalam konferensi “Agama untuk Pembangunan dan Perdamaian” yang akan digelar Majelis Hukama Al-Muslimin bekerja sama dengan Al-Azhar. Konferensi ini diinisiasi bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Syekhul-Azhar menyatakan keyakinannya bahwa keterlibatan Singapura akan memperkuat peran konferensi tersebut dalam menghadirkan model pembangunan dan kerukunan antaragama di dunia Islam.
