TAWAZUN.ID — Pada hari Rabu (5/1/2022) kemarin, Yayasan Raja Faisal mengumumkan penganugerahan kepada salah satu ulama senior Al-Azhar, Prof. Dr. Hasan Mahmud Abdullathif Asy-Syafi'i. Anugerah penghargaan tahun 2022 untuk kategori Khidmah untuk Islam itu juga diberikan (kolektif) kepada Ali Hasan Mwinyi yang pernah menjabat sebagai presiden Tanzania 1985-1995.
Sejumlah media massa Mesir pun mengkabarkan keberhasilan ulama terbaik yang lahir dari Al-Azhar ini. Tentu keberhasilan ini diraih setelah kesungguhan dan keikhlasan Syekh Hasan Asy-Syafi'i dalam berkhidmat untuk agama Islam, dimulai sejak masa remaja hingga masa senjanya kini. Pemberitaan di media massa lokal Mesir menyebutkan, sebagaimana rilis resmi dari Al-Azhar, bahwa Syekh Prof. Dr. Hasan Asy-Syafi'i sosok yang pantas mendapatkan penghargaan dalam nominasi Khidmah untuk Islam tahun 2022, dan Al-Azhar secara lembaga juga memberikan ucapan selamat secara khusus.
Semangat dan dedikasi Syekh Hasan Asy-Syafi'i pada agama Islam sangatlah luar biasa. Salah satu contoh konkret keberhasilan yang dicapai yaitu ketika beliau diamanahi memegang pimpinan lembaga kebahasaan Majma' Al-Lughah Al-'Arabiyyah tahun 2012-2020. Ketika menjabat, banyak karya-karya dan terjemahan yang telah dihasilkan di masa beliau memimpin.
Prof. Dr. Hasan Mahmud Abdullathif Asy-Syafi'i adalah salah satu anggota Haiah Kibar Al-'Ulama (Dewan Ulama Senior) Al-Azhar, anggota Majlis Hukama Al-Muslimin, dan salah satu pimpinan Majma' Al-Lughah Al-'Arabiyyah dan rais Persatuan Seluruh Majma' Lughah Al-'Ilmiyyah Al-'Arabiyyah. Ia juga pernah menjadi dekan fakultas di Islamabad, Pakistan, dan seabrek kesungguhannya dalam memperbaiki dan merekontruksi dunia pendidikan bagi umat Islam.

Al-Azhar menegaskan bahwa penghargaan di tataran internasional dari Yayasan Raja Faisal kepada Prof. Dr. Hasan Asy-Syafii adalah sebentuk pemberian mahkota atas akumulasi dari banyaknya hasil ilmiah yang melimpah dan dedikasinya sekian lama untuk melayani Islam dan bahasa Arab. Selain itu, dedikasinya atas kesungguhan yang besar dalam meniti karir perjalanannya yang panjang yang penuh dengan khidmah terhadap pencari ilmu. Oleh karena itu, penghargaan Yayasan Raja Faisal kepada Prof. Dr. Hasan Asy-Syafi'i sangatlah tepat.

Pantas saja, Syekh Hasan Asy-Syafi'i adalah ulama yang, menurut penuturan Almarhum Syekh Muhammad 'Imarah, dalam dirinya terkumpul beberapa sifat mulia. Beliau mampu menggabungkan cara pandangan ala Universitas Al-Azhar, Universitas Darul Ulum, dan Universitas London. Beliau mampu menggabungkan antara pemikiran salaf dan tajdid. Menyatu dalam dirinya hati sufi dan akal filsuf, antara akademisi dan pendakwah, antara pemikir dan pendidik para generasi selanjutnya. Beliau menggabungkan kemampuan menulis dan menerjemah yang hebat dalam bahasa Arab dan Inggris, terkumpul dalam dirinya kerasnya penduduk Sha'id (Selatan Mesir) dan lembutnya masyarakat perkotaan. Sosoknya merangkum antara nasionalisme, Arabisme, Islamisme, dan humanisme. Terkumpul dalam dirinya kecintaan kepada Allah dan juga kepada makhluk-Nya. (irf)
