Skip to content

15 Tahun Kepemimpinan Syekh Ahmad Ath-Thayyib, Membawa Moderasi Islam ke Panggung Global

Selama 15 tahun memimpin Al-Azhar, Syekh Ahmad Ath-Thayyib membawa moderasi Islam ke panggung dunia melalui dialog dan diplomasi global.

FOTO Syekh Ahmad Ath-Thayyib, Syekhul-Azhar.
FOTO Syekh Ahmad Ath-Thayyib, Syekhul-Azhar.

TAWAZUN.ID — 19 Maret 2025 menandai 15 tahun kepemimpinan Prof. Dr. Syekh Ahmad Ath-Thayyib sebagai Imam Akbar Al-Azhar. Sejak diangkat pada 15 Maret 2010, beliau memainkan peran penting dalam menjaga moderasi Islam, memperkuat posisi global Al-Azhar, serta menjawab tantangan zaman di tingkat nasional dan internasional.

Perjalanan Hidup dan Pendidikan

Lahir pada 6 Januari 1946 di Qina, Luxor, Mesir, Syekh Ahmad Ath-Thayyib berasal dari keluarga sufi dan merupakan keturunan Sayidina Hasan bin Ali. Sejak kecil, ia hidup dalam lingkungan keilmuan Islam, menghafal Al-Quran, dan mempelajari kitab-kitab klasik. Ia lulus dari Fakultas Usuludin Universitas Al-Azhar pada 1969 dan meraih gelar doktor dalam bidang Akidah dan Filsafat pada 1977. Beliau fasih berbahasa Inggris dan Prancis, serta pernah menerjemahkan literatur filsafat di Prancis ke dalam Bahasa Arab.

Misi Moderasi dan Inisiatif Global

Sejak awal menjabat, Syekh Ahmad Ath-Thayyib berkomitmen mengokohkan wajah Islam yang moderat dan mendorong Al-Azhar tampil sebagai cahaya dunia. Dalam 15 tahun, beliau telah melakukan 49 kunjungan luar negeri ke 22 negara, memperluas dialog antaragama dan membangun kemitraan lintas budaya.

Penguatan Moderasi dan Dialog

Sebagai Ketua Majlis Hukama Al-Muslimin sejak 2014, beliau menginisiasi dialog lintas mazhab dan mengirim Konvoi Perdamaian Internasional ke berbagai negara. Ia juga meluncurkan Proyek Dialog Timur dan Barat, menggelar pertemuan pemuda lintas agama di berbagai belahan dunia.

Bersama Paus Fransiskus, ia menandatangani Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan pada 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab—dokumen penting dalam sejarah hubungan Islam-Kristen.

Pendidikan, Fatwa, dan Dakwah Global

Syekh Ahmad Ath-Thayyib membentuk Pusat Pengembangan Pendidikan Mahasiswa Internasional yang melayani 70 ribu mahasiswa dari 120 negara, serta mendirikan Akademi Pelatihan Imam dan Mufti. Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) kini memiliki 22 cabang di luar negeri (internasional).

Pusat Fatwa Online Al-Azhar hadir untuk menjawab persoalan umat secara cepat dan bijak. Ia juga mendirikan Pusat Penerjemahan Al-Azhar yang menerjemahkan literatur Islam ke dalam 11 bahasa.

Munakahat

Kumpulan tulisan dengan topik pernikahan dan keluarga islami dapat teman-teman temukan

di sini

Inovasi Sosial dan Kemanusiaan

Di tingkat lokal, ia mendirikan Rumah Keluarga Mesir dan Unit Rekonsiliasi Keluarga (Lam Asy-Syaml) yang berhasil menyatukan kembali hampir 2,5 juta keluarga yang terancam perceraian.

Ia juga meluncurkan Pusat Observasi Internasional Al-Azhar dalam 13 bahasa dan Unit Bayan untuk memerangi ekstremisme. Sepuluh konvoi bantuan dikirim ke Gaza, didukung lebih dari 85 negara.

Komitmen terhadap Pendidikan Al-Quran

Lebih dari 1.250 Riwaq Al-Azhar dibuka di seluruh Mesir, termasuk 198 riwaq dewasa. Ia mendirikan platform tahfiz global yang diikuti 5.000 peserta dari 65 negara serta mengembangkan lebih dari 11.000 pusat tahfiz (kuttab) di seluruh Mesir.

Ketegasan terhadap Isu Global

Syekh Ahmad Ath-Thayyib dikenal tegas dalam menyuarakan keadilan:

  • Menolak pertemuan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence sebagai protes atas pengakuan sepihak Yerusalem.
  • Mengutuk pemindahan paksa rakyat Palestina dan kekejaman Israel.
  • Menginisiasi kampanye bantuan untuk Gaza.
  • Mengecam pembakaran Al-Quran di Eropa dan visualisasi tak layak Nabi Isa dalam Olimpiade Paris.
  • Menyerukan pembatasan industri senjata.
  • Mengecam tragedi Sudan, dukungan bipartisan AS terhadap Israel, dan pernyataan Menlu Jerman soal Gaza.
  • Menyambut baik jaminan perlindungan umat Islam dari pemerintah Inggris.

Konferensi Intra-Islam dan Harapan Persatuan Umat

Pada 19–20 Februari 2025, atas inisiatif beliau, digelar Konferensi Dialog Intra-Islam bertajuk “Satu Bangsa dan Satu Nasib Bersama” di Bahrain, dengan dukungan Raja Hamad bin Isa Al-Khalifah. Dihadiri lebih dari 400 ulama, pemikir, dan tokoh Islam dari seluruh dunia, konferensi ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat solidaritas umat dan menyatukan sikap menghadapi tantangan global.

Selama 15 tahun kepemimpinannya, Syekh Ahmad Ath-Thayyib telah membawa Al-Azhar ke puncak perannya sebagai mercusuar Islam yang moderat, cendekia, dan berdaya global. Melalui pendidikan, dakwah, dialog, dan aksi kemanusiaan, beliau terus menegaskan bahwa Islam adalah agama rahmat bagi semesta alam.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID

Latest