Dalam tulisan sebelumnya, kita telah membahas adab guru: adab dengan dirinya sendiri. Pada bagian ini, kita akan mengupas adab terakhir yang menjadi inti hubungan pendidikan: bagaimana seorang guru membangun hubungan yang baik dengan muridnya. Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitab Adab Al-‘Alim wa Al-Muta’allim merangkum 18 adab seorang guru terhadap muridnya. Berikut ulasannya:
1. Meniatkan Mengajar karena Allah SWT
Seorang pengajar hendaknya meniatkan mengajarkan ilmu demi Allah SWT. Selain itu, ia juga harus meniatkan mengajar sebagai bentuk dakwah untuk menyebarkan ilmu, menghidupkan syariat Islam, dan mencetak ulama penerus Nabi Muhammad SAW. Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa mengajar adalah amal agama yang paling utama dan mulia.
2. Mengajarkan Ilmu Meski Niat Murid Belum Sempurna
Tidak boleh menolak mengajarkan ilmu kepada murid yang niatnya belum benar. Niat ikhlas dalam menuntut ilmu adalah proses yang berkembang seiring waktu. Tugas seorang pendidik adalah menuntun murid menuju niat yang benar dengan menjelaskan bahwa niat yang baik akan membawa keberkahan dan kesuksesan.
3. Mencintai Murid seperti Anak Sendiri
Kasih sayang terhadap murid menjadi fondasi penting dalam hubungan pendidikan. Seorang pendidik perlu mencintai murid sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri atau anak kandungnya. Dengan kasih sayang, pendidik dapat memahami karakter, kelebihan, kekurangan, dan kesalahan muridnya. Hubungan ini menciptakan kedekatan yang mempermudah proses pendidikan.
4. Mengajar dengan Lugas dan Bertahap
Penyampaian pelajaran hendaknya dilakukan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami. Mulailah dari bab yang mudah sebelum masuk ke bagian yang lebih sulit, serta sesuaikan materi dengan tingkat pemahaman murid. Hindari menyimpan ilmu yang seharusnya diajarkan atau memberikan materi yang belum siap dipahami murid.
5. Mengajar Secara Efektif
Berusaha mengajarkan ilmu dengan cara yang efektif adalah salah satu kewajiban seorang pengajar. Hindari penjelasan yang terlalu bertele-tele maupun terlalu singkat. Gunakan contoh, dalil, atau kiasan untuk menjelaskan materi yang sulit dipahami. Selain itu, pastikan pemahaman murid dengan menanyakan kembali pelajaran di akhir sesi.
6. Mendorong Murid untuk Murajaah
Permintaan kepada murid untuk mengulang-ulang pelajaran yang telah dipahami dapat memperkuat pemahaman. Pengajar juga dapat menguji murid secara berkala untuk memastikan mereka benar-benar memahami materi.
7. Menasihati Murid Sesuai Levelnya
Bimbingan kepada murid yang terlalu semangat mempelajari ilmu di luar levelnya perlu dilakukan dengan lembut tanpa mematahkan semangat mereka. Jika murid tampak bosan atau lelah, saran untuk beristirahat terlebih dahulu adalah langkah yang bijak.
8. Tidak Pilih Kasih
Keadilan dalam memperlakukan murid adalah prinsip penting. Hindari memberikan perhatian khusus kepada murid tertentu karena dapat menimbulkan kecemburuan dan kedengkian di antara mereka.
9. Memberikan Perhatian Lebih
Pendidik dianjurkan untuk mengenal murid-muridnya dengan baik, termasuk nama, latar belakang keluarga, dan tempat tinggal mereka. Ia juga harus memperhatikan murid yang sering absen dan mencari tahu alasannya, kemudian membantu mereka mengatasi masalah yang dihadapi.
10. Berkomitmen pada Sikap Baik
Menjaga komitmen untuk selalu bersikap ramah, penuh kasih sayang, dan peduli terhadap murid, baik dalam urusan agama maupun dunia, adalah ciri pendidik yang baik.
11. Membantu Murid dalam Kehidupan
Berdasarkan hadis bahwa Allah menolong seseorang selama ia menolong saudaranya, pengajar hendaknya berusaha membantu murid, baik dalam urusan ilmu maupun kehidupan mereka, seperti pekerjaan atau masa depan, sejauh kemampuan yang dimiliki.
12. Rendah Hati saat Dihadapi Pertanyaan
Ketika menghadapi pertanyaan atau tuntutan dari murid, pendidik perlu menjawab dengan rendah hati dan kepala dingin. Hindari menunjukkan reaksi berlebihan terhadap protes atau permintaan mereka.
13. Berinteraksi dengan Ramah
Membangun hubungan yang baik dengan murid dapat dilakukan melalui dialog ramah, memanggil murid dengan nama yang disukai, dan menyambut mereka dengan senyum penuh kasih sayang. Tanyakan kabar murid dan keluarga mereka sebagai bentuk perhatian.
Etika seorang guru terhadap muridnya adalah kunci keberhasilan pendidikan. Dengan menjalankan 18 adab yang diajarkan oleh Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari, pendidik dapat menjadi teladan dan memaksimalkan proses pembelajaran. Semoga nilai-nilai ini terus menjadi pedoman bagi para pendidik dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia. Wallahu a’lam.
