Skip to content

Al-Azhar Bahas Kesadaran dan Ilmu sebagai Pilar Pembangunan Masyarakat

Dalam diskusi di Al-Azhar, para ulama menekankan bahwa kesadaran dan ilmu adalah kunci bagi individu untuk berperan dalam membangun peradaban.

FOTO Syekh Hasan Asy-Syafi’i diapit oleh Syekh Abbas Syuman (kanan) dan Syekh Hani ‘Audah (kiri).
FOTO Syekh Hasan Asy-Syafi’i diapit oleh Syekh Abbas Syuman (kanan) dan Syekh Hani ‘Audah (kiri).

TAWAZUN.ID — Pada Ahad (16 Februari 2025), Masjid Al-Azhar menjadi tuan rumah diskusi ilmiah bertajuk Kesadaran dan Pengaruhnya terhadap Pembangunan Masyarakat. Acara ini diadakan dalam kerangka program Forum Al-Azhar untuk Isu-isu Kontemporer dan menghadirkan dua ulama terkemuka: Prof. Dr. Hasan Asy-Syafi’i, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar, dan Prof. Dr. Abbas Syuman, Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior sekaligus Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA). Diskusi dipandu oleh Dr. Hani ‘Audah, Direktur Masjid Al-Azhar.

Kesadaran sebagai Pilar Identitas

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hasan Asy-Syafi’i menekankan bahwa kesadaran (al-wa’yu) merupakan pemahaman seseorang terhadap perannya dalam komunitas dan bangsa. Menurut beliau, kesadaran tidak akan muncul jika seseorang tidak mengenali dirinya sendiri dan tidak memahami posisi yang ia tempati dalam kehidupan.

"Kesadaran adalah inti dari identitas manusia. Identitas ini terdiri dari bahasa, keyakinan, dan budaya nasional yang membentuk karakter individu dalam kehidupan beragama, sosial, dan kebangsaan," ujar beliau.

Beliau menambahkan bahwa ilmu dan pengetahuan merupakan elemen utama dalam membangun kesadaran. Tanpa keduanya, seseorang akan kehilangan arah dalam menjalankan tugasnya di dunia. Dalam hal ini, beliau mengutip hadis Rasulullah SAW:

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk mempelajari ilmu dan membahasnya, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk-Nya." (HR. Muslim)

Prof. Dr. Hasan Asy-Syafi’i: Ilmu dan Pengetahuan adalah Fondasi Kesadaran Manusia

Hadis tersebut, menurut beliau, menjadi pesan kuat bahwa menuntut ilmu adalah bentuk ibadah tertinggi yang dapat membentuk kesadaran individu dan komunitas.

Kesadaran Komprehensif: Dari Agama hingga Kemanusiaan

Prof. Dr. Abbas Syuman menegaskan bahwa kesadaran yang benar harus dibangun di atas pemahaman yang mendalam tentang agama, sejarah, dan kehidupan sosial. Ia menjelaskan bahwa individu yang memiliki kesadaran sejati akan menjalani hidup dengan lurus, memahami ajaran agamanya dengan benar, serta menerapkannya dalam kesehariannya.

FOTO Syekh Abbas Syuman dalam acara diskusi ilmiah di Masjid Al-Azhar.
FOTO Syekh Abbas Syuman dalam acara diskusi ilmiah di Masjid Al-Azhar.

"Kesadaran bukan sekadar mengetahui, tetapi juga memahami dan mengamalkan. Kesadaran sejati akan mendorong seseorang untuk berbuat lebih baik, baik dalam ibadah maupun muamalah," tegas beliau.

Sekjen Dewan Ulama Senior Al-Azhar sekaligus Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) ini juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap isu-isu umat Islam, terutama persoalan Palestina. Generasi muda, menurutnya, perlu dibekali dengan pemahaman yang benar agar mampu bertindak sesuai dengan tanggung jawab mereka terhadap umat.

Prof. Dr. Abbas Syuman: Kesadaran yang Benar akan Melahirkan Generasi Pembangun Peradaban

Palestina

Kumpulan tulisan yang mengangkat isu dan perjuangan Palestina dapat kalian temukan

di sini

Kesadaran dalam Keluarga dan Masyarakat

Selain itu, Prof. Dr. Abbas Syuman menyoroti bagaimana ketidaksadaran dalam aspek kehidupan sosial dapat menimbulkan dampak buruk. Ia menyinggung tingginya angka perceraian sebagai akibat dari kurangnya pemahaman pasangan muda tentang pentingnya membangun keluarga yang harmonis.

"Banyak pasangan yang tidak memahami konsekuensi dari perceraian, seperti hancurnya rumah tangga dan dampak negatif bagi anak-anak. Kesadaran akan peran dalam keluarga adalah bagian dari kesadaran sosial yang perlu diperkuat," ungkapnya.

Beliau menutup dengan menekankan bahwa jika kesadaran yang benar ditanamkan sejak dini, generasi muda akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya membangun masyarakatnya, tetapi juga berkontribusi dalam kemajuan bangsa. Ketika mereka dipanggil untuk berjuang demi negara, mereka akan memiliki kesadaran sejarah, pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai perjuangan, dan kesiapan untuk mengemban tanggung jawab dengan optimal.

Diskusi ilmiah ini menegaskan kembali bahwa ilmu dan kesadaran adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat. Dengan pemahaman yang benar tentang agama, sejarah, dan tanggung jawab sosial, individu akan mampu menjalankan peran mereka dengan baik dan berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih maju.

Melalui forum seperti ini, Al-Azhar terus meneguhkan perannya dalam membimbing umat menuju kesadaran yang lebih tinggi, baik dalam aspek spiritual, intelektual, maupun sosial.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID

Latest