TAWAZUN.ID — Penyerbuan Kamp Pengungsi “Nushairat” adalah kejahatan brutal dan Israel telah mendatangkan malapetaka di bumi. Tanah Gaza sedang menjadi arena pembantaian yang didukung beberapa rezim dan pemerintahan. Serangan tersebut merupakan aksi pembantaian (genosida) dan merupakan aib bagi kemanusiaan. Al-Azhar mengecam keras pembantaian “Nushairat” dan menyerukan kepada masyarakat dunia (global) untuk melakukan gerakan demi Gaza.
Al-Azhar mengutuk keras pembantaian brutal yang dilakukan oleh tentara Israel pada hari Sabtu (8/6/2024) terhadap warga sipil di Kamp Nushairat di Jalur Gaza Tengah. Serangan itu merenggut nyawa lebih dari dua ratus pejuang dan empat ratusan orang terluka. Serbuan ke Kamp Nushairat itu merupakan kejahatan baru yang menambah catatan hitam Zionis Israel terhadap warga Palestina sebagai pemilik tanah Palestina. Paramedis dan warga Gaza mengatakan bahwa serangan itu menewaskan banyak orang dan menyebabkan tubuh para pria, perempuan dan anak-anak berserakan di sekitar pasar dan masjid.
Al-Azhar mengecam adanya dukungan dan restu yang berkelanjutan dari beberapa rezim dan pemerintahan atas kejahatan brutal Israel dan tindakan pembantaian berdarah terhadap warga sipil yang tidak berdaya. Al-Azhar juga menegaskan kepada seluruh dunia bahwa penyerbuan ke Nushairat itu adalah aksi genosida yang terjadi di tanah Palestina.
Selain Al-Azhar mengutuk dan mengecam pembantaian brutal itu, Al-Azhar juga menyerukan dan mendesak komunitas internasional serta orang-orang yang memiliki hati nurani untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza. Tujuannya untuk melindungi dan memberikan bantuan kepada warga sipil, anak-anak, perempuan, dan para lansia. Juga menuntut agar kaum Zionis bertanggung jawab dan diadili karena melanggar ketentuan hukum dan norma internasional, serta tidak tinggal diam atas aksi pembantaian kaum Zionis yang menimbulkan kekacauan di muka bumi dan merupakan aib bagi kemanusiaan.