Skip to content

Israel Sergap Kapal Bantuan Kemanusiaan

Kapal bantuan Madleen disergap Israel saat menuju Gaza. Relawan ditangkap, bantuan disita. Greta Thunberg termasuk dalam misi kemanusiaan ini.

FOTO Kapal Madleen (x)
FOTO Kapal Madleen (x)

TAWAZUN.ID — Sebuah kapal bantuan kemanusiaan untuk Palestina bernama Madleen yang berbendera Inggris disergap oleh tentara Israel dan dipaksa bersandar di Pelabuhan Ashdod, Israel, pada Senin, 9 Juni 2025. Tentara Israel mencegat kapal tersebut dan menangkap seluruh relawan yang berada di dalamnya.

Kapal Madleen membawa bantuan simbolis untuk Jalur Gaza, termasuk 12 aktivis kemanusiaan. Salah satunya adalah aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Selain Greta, terdapat aktivis lain dari berbagai negara, yaitu:

  • Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina,
  • Yasemin Acar (Jerman),
  • Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, dan Reva Viard (Prancis),
  • Thiago Ávila (Brasil),
  • Suayb Ordu (Turki),
  • Sergio Toribio (Spanyol),
  • Marco van Rennes (Belanda),
  • Omar Faiad, serta seorang jurnalis dari Al Jazeera Mubasher asal Prancis.

Kapal Madleen bertujuan menerobos blokade ketat Israel terhadap Gaza, di mana hampir 55.000 orang telah tewas dalam serangan brutal yang dimulai pada Oktober 2023. Kapal tersebut membawa bantuan berupa makanan, susu formula bayi, perlengkapan medis, dan sejumlah relawan kemanusiaan.

Penyergapan dilakukan oleh pasukan Israel pada malam hari sebelum kapal mencapai Gaza. Mereka kemudian menyeret kapal ke Pelabuhan Ashdod.

Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC), sebuah gerakan solidaritas global yang menentang blokade ilegal Israel terhadap Gaza. Dalam rilis resminya, FFC menyebutkan bahwa tentara Israel memaksa naik ke kapal sipil tersebut, menculik awaknya, dan menyita bantuan kemanusiaan.

Palestina

Kumpulan tulisan yang mengangkat isu dan perjuangan Palestina dapat kalian temukan

di sini

Mengutip The Guardian, FFC juga membagikan pesan suara melalui Telegram dari Thiago Ávila, salah satu aktivis di kapal. Ia menyatakan bahwa kapal mereka dikepung oleh banyak cahaya. “Kami dikelilingi oleh banyak lampu; mereka mengitari kapal kami, lalu bergerak dengan cara mereka sendiri,” ujarnya.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun X milik Quds News Network, Ávila juga menjelaskan bahwa tentara Israel telah mengacaukan sinyal komunikasi mereka. Ia menyebut pelacak GPS kapal sempat menunjukkan posisi mereka berada di Bandara Ratu Alia di Yordania—jauh dari lokasi sesungguhnya di Laut Mediterania.

Terpisah, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, mengaku telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk mencegah Madleen mencapai Gaza.

“Saya telah memerintahkan IDF untuk bertindak agar Madleen tidak mencapai Gaza. Kepada Greta yang antisemit dan teman-temannya, saya katakan dengan tegas: Kalian harus kembali, karena kalian tidak akan mencapai Gaza,” ujar Katz dalam pernyataan yang dikutip The Times of Israel.

“Negara Israel tidak akan membiarkan siapa pun melanggar blokade laut Gaza, yang tujuan utamanya adalah mencegah pengiriman senjata ke Hamas, organisasi teror pembunuh yang menyandera kami dan melakukan kejahatan perang,” imbuhnya.

Sebagai informasi, kapal Madleen berangkat dari Sisilia, Italia, pada Ahad, 1 Juni 2025. Misi ini bertujuan untuk mematahkan blokade laut Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, sekaligus meningkatkan kesadaran global atas krisis kemanusiaan yang telah berlangsung selama lebih dari 20 bulan akibat perang antara Israel dan Hamas.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID

Latest