Khutbah Jumat Kekuatan Doa Bagi Orang Mukmin

Khutbah Pertama

إنَّ الحَمدَ لله نحمدُهُ ونستعينهُ ونستهديهِ ونشكرُهُ ونعوذُ بالله من شرورِ أنفسِنَا ومن سيئاتِ أعمالنا، مَن يهدِ الله فلا مُضِلَّ لهُ ومن يُضلِل فلا هاديَ له، وأشهدُ أنْ لا إلـهَ إلا الله وحدَهُ لا شريكَ لهُ، جلَّ ربّي لا يُشبِهُ شيئًا ولا يُشْبِهُهُ شَىءٌ، ولا يَحُلُّ في شىءٍ ولا يَنْحَلُّ مِنْهُ شَىءٌ، ليسَ كَمِثْلِهِ شىءٌ وَهُوَ السَّميعُ البَصيرُ. وأَشْهَدُ أنَّ سَيّدَنا مُحَمّدًا عَبْدُهُ ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحَبيبُهُ، صلَّى الله عليهِ وعلى كلِّ رَسولٍ أَرْسَلَهُ.
أمّا بعدُ عبادَ الله فإنّي أوصيكُمْ ونَفْسي بِتَقْوى الله العَلِيّ القديرِ القائلِ في مُحْكَمِ كِتابِهِ المعجِزَةِ الكريمِ: {وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ} (سورةالبقرة:١٨٦)

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah...

Alhamdulillah hari ini kita dalam keadaan sehat walafiyat dan masih diberi kekuatan untuk menjalankan rutinitas salat Jumat. Maka sudah seharusnya kita terus memuji Allah SWT, mensyukuri atas kenikmatan ini.

Hadirin...

Sebagai manusia kita sering membutuhkan bantuan orang lain, bahkan sering pula kita merasa kecewa dan sakit hati apabila tidak ada seorang pun yang mau membantu kita dalam keadaan membutuhkan. Begitu juga sebagai hamba Allah SWT kita sering atau bahkan harus membutuhkan bantuan Allah dalam segala hal, dan tentu Allah juga akan kecewa apabila kita meminta selain kepada Allah, dalam arti lain menyekutukan-Nya.

Salah satu tanda seorang hamba yang selalu membutuhkan Allah adalah hamba yang selalu berdoa. Nabi Muhammad SAW memberitahukan kepada kita bahwa berdoa adalah ibadah. Namun, terkadang ada dalam diri kita kesombongan yang tak disadari merasa kuasa diri sehingga tidak mau meminta pertolongan dan berdoa kepada Allah SWT. Padahal Allah menyuruh kita untuk berdoa kepada-Nya di saat senang ataupun susah. Kesombongan itu kadang timbul dari kehidupan yang merasa sudah tercukupi segala kebutuhan dan hajatnya, padahal semua itu adalah titipan Allah yang berasal dari-Nya dan akan kembali pula kepada-Nya. Maka, jangan sampai kesenangan yang datang kepada kita membuat kita terlena sehingga merasa bangga dan jangan pula kesedihan yang menimpa membuat kita terluka sehingga berburuk sangka. Berdoalah kepada Allah di setiap rasa dalam kehidupan kita.

Bagi orang mukmin doa adalah senjata yang paling tajam, laksana busur panah yang tepat melesat pada bidikannya.

الدُعَاءُ سِلَاحُ المُؤمِن

Artinya: "Doa adalah senjatanya orang mukmin".

Maka jangan sekali-kali menyepelekan kekuatan doa karena Allah SWT akan mengabulkan segala doa yang dilangitkan oleh hamba-Nya.

Inti dari berdoa adalah sadar. Sadar bahwa kita benar-benar hamba Allah yang butuh pertolongan-Nya. Inilah justru bentuk penghambaan yang sesungguhnya, yaitu selalu merasa dirinya lemah, tidak ada daya upaya dan kekuatan apa pun dihadapan Allah Dzat yang Maha Segalanya.

Berdoa juga merupakan bentuk baik sangka kita kepada Allah SWT dan keyakinan bahwa sesungguhnya segala hal apapun berasal dari-Nya. Keyakinan ini perlu dipupuk oleh diri kita agar tidak merasa putus harapan sebab Allah bersama seberapa kuat keyakinan hambanya kepada Allah SWT. Dalam hadis Qudsi dikatakan:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي (رواه متّفق عليه)

Artinya: "Aku (Allah) ada di dalam keyakinan hambaku kepadaku" (HR. Muttafaqun 'Alaih).

Hadirin Rahimakumullah...

Sekiranya penting sekali dalam khutbah Jumat ini khatib menuturkan beberapa keutamaan berdoa. Keutamaan doa itu banyak sekali diantaranya:

Pertama: Mendekatkan hubungan hamba dengan Allah SWT. Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:

﴿ وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ﴾ [سورة البقرة: ١٨٦]

Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (Surah Al-Baqarah: 186)

Tasawuf

Kumpulan tulisan bertema tasawuf dapat teman-teman baca

di sini

Kedua: Khusyuknya hati kepada Allah SWT. Dalam berdoa kepada Allah SWT seorang hamba dituntut untuk merasakan keagungan dan kedermawanan Allah serta merasakan lemahnya diri, maka di saat berdoa seorang hamba akan ada dalam keadaan khauf (keadaan takut) dan raja' (penuh harap). Allah SWT berfirman:

﴿ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ ﴾ [سورة الأنبياء: ٩٠]

Artinya: "Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami". (Surah Al-Anbiyā': 90)

Ketiga: Bentuk ketawadukan seorang hamba. Orang yang berdoa kepada Allah  termasuk golongan orang yang tawaduk, dan sebaliknya orang yang meninggalkan doa termasuk golongan orang yang congkak, penuh kesombongan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman:

﴿ وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ﴾ [سورة غافر: ٦٠]

Artinya: "Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina." (Surah Ghāfir: 60)

Itulah beberapa keutamaan berdoa. Semoga kita semua menjadi hamba yang selalu dekat dengan Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْانِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

💡
Baca juga khutbah lain di rubrik KHUTBAH atau tulisan menarik Irfan Rifqi Fauzi